Orang bilang menyesal setelah melakukan sesuatu lebih baik dari pada sesudah tak terjadi apa-apa. Tapi untuk urusan menghamburkan uang (untuk berbelanja dan berfoya-foya), harusnya perkataan tersebut berlaku sebaliknya: setidaknya aku masih menggenggam semua uangku.
Selasa, 15 April 2014
Jumat, 11 April 2014
#Catatan: Jumat, 11 April 2014
Sesungguhnya tujuan saya pada saat membeli perangkat baru adalah supaya bisa lepas dari masa lalu termasuk akun-akun lama yang saya punya di jejaring sosial. Sehingga menjadi sebuah kesalahan ketika apa yang ingin saya tinggalkan itu dimasukkan kembali dalam perangkat baru.
Minggu, 30 Maret 2014
#Catatan #CurahanHati: Hal yang Kulakukan dengan Sungguh-sungguh dalam 7 Tahun Belakangan
Dalam 7 tahun ini, hanya ada 3 hal yang kulakukan dengan sungguh-sungguh yaitu SNMPTN 2010, OSN Kebumian SMA 2009, dan OSN Fisika SMP 2006.
Yang disebut terakhir kulakukan dengan sepenuh hati: aku berani bertaruh dengan segenap jiwaku. Kucurahkan seluruh kemampuanku untuk bisa bertahan dan mengalaminya. Mentalku benar-benar mental seorang juara. Aku memang bukan apa-apa sehingga motivasiku meletup-letup bagaikan ketel mesin uap kereta api pertama sampai abad ke-20 yang masih menggunakan batu bara. Aku melakukannya dengan kesungguhan hati meskipun terjunnya aku ke dalam perlombaan itu karena aku dipilih oleh guru/sekolahku. Lagi pula, hanya aku yang terpilih menjadi perwakilan SMP-ku yang bisa mewakili provinsiku di tingkat nasional.
Mengapa aku berniat mengkuti OSN Kebumian SMA 2009? Karena ada beban berat di pundakku yang harus kupikul setelah menjadi peserta dengan nomor urut 101 di nasional, aku menjadi merasa bertanggungjawab untuk mengulanginya malah ambisiku mendorongku untuk bisa lebih dari pada itu: aku harus bisa lolos menjadi peserta Olimpiade Sains tingkat internasional. Hasilnya aku kalah di tingkat provinsi, yang artinya aku kalah oleh diriku sendiri di masa lalu. Aku malu kepada diriku sendiri tiga tahun sebelumnya. Aku memalukan diriku sendiri. Lagi pula, dengan berbagai hal yang terjadi padaku setelahnya dan menjatuhkan mentalku, melelehkan baja kokoh dinding mentalku menjadikannya setipis kertas yang mudah sobek, aku tentu tak bisa mengalahkan diriku sendiri yang lebih hebat di masa lalu. Aku lemah terhadap angin-angin yang berhembus kencang.
SNMPTN 2010 masih menyisakan rasa penasaranku: apakah aku bisa melebihi kemampuanku di masa lauku saat itu? Kali ini tujuanku untuk membuktikan bahwa aku masih kuat. Aku bukan pohon pisang di pinggir tebing. Aku adalah pohon beringin di tengah alun-alun. Namun standar yang aku tetapkan di sini sangat-sangatlah rendah. Aku malah bisa didakwa tak menetapkan standar dengan baik dan benar. Terkesan asal-asalan. Tidak layak dan tidak pada tempatnya. Barulah kusesali sekarang setelah empat tahun berlalu penuh kekecewaan. Diriku masih trauma dengan kejadian serentetan kegagalan di masa sebelumnya. Aku adalah manusia gagal. Aku adalah produk gagal. Aku, gagal? Memang aku gagal. Aku tidak serius menantang diriku sendiri. Dan uanglah yang telah mengikis idealisme yang aku bangun selama bertahun-tahun sebelum kejatuhanku sendiri. Dan sekarang aku hanyalah batang pisang yang telah teronggok karena telah ditebang. Tinggal tunggu ulat dan rayap datang lalu habislah aku. Hilanglah aku menyatu dengan tanah. Semoga tumbuhan lain yang tak sengaja bertunas di atasku tak menyerap segala kebusukanku.
#Catatan: Temanmu di Dunia Nyata dan Maya
Ironisnya, dunia maya memang maya dan aku sendirian saja di sini. Dunia maya memang tidak nyata, kecuali apa yang kau lakukan di dunia nyata kau teruskan di sini. Dan harus semua orang -termasuk Anda- tahu dan paham bahwa hukum ini berlaku: temanmu di dunia maya tak berarti jikalau mereka bukan temanmu di dunia nyata. Memangnya, siapa pula yang cetuskan hukum sepele semacam itu? Siapa lagi kalau bukan AKU. Hukum yang baru saja aku cetuskan, beberapa menit lalu di facebook.
#Catatan: Kulakukan Apa yang Kubisa Lakukan
Kulakukan Apa yang Kubisa Lakukan
30 Maret 2014; 17:40
Hampir setiap hari aku berkunjung ke sini: toko buku besar di sudut lantai dua mal kecil di kota kecilku. Jangan langsung menuduhku sebagai orang kaya, yang setiap saat bisa membeli buku baru terbit, fresh from the oven, di sini. Tapi kalau prasangkamu soal aku yang hanya numpang baca buku, kamu benar seratus persen. Haruskah aku beri poin seratus kepadamu? Silahkan ambil poinmu dari mana pun asal jangan minta dariku. Ha ha ha.
Tak ada larangan untuk melakukan itu, bukan? Tak akan ada hukuman karena apa yang aku lakukan ini tak melanggar hukum. Toh aku hanya menumpang baca buku yang sudah dibuka plastiknya. Aku tak pernah meminta seorang penjaga toko pun untuk membuka satu buku saja, karena aku tak berani. Memangnya pengunjung diperbolehkan meminta itu? Aku tak tahu karena aku belum pernah mencoba.
Tapi tunggu dulu! Aku tak selamanya menjadi penumpang baca buku gratis. Ada kalanya -sekitar sebulan atau dua bulan sekali- ketika uang beasiswa dicairkan, aku membeli satu atau dua buku dari sini sebagai bentuk pertanggungjawabanku karena telah mengizinkan si miskin ini untuk menimba ilmu dari satu dua lembar halaman dari beberapa buku yang sudah dibuka plastiknya. Rupiah yang aku keluarkan untuk memboyong maksimal dua buku itu pun aku tasbihkan sebagai sebuah bentuk rasa terima kasihku untuk toko buku dan para pegawainya yang telah memberikan tempat mengadu di kala aku merasa galau karena satu dan lain hal. Kamu mau tahu apa yang menyebabkanku galau? Lebih baik tak usah. Aku tak ingin menceritakannya sekarang. Tunggu lain kesempatan saja.
Mengapa pula aku begitu rajin berkunjung ke toko buku ini? Itu karena aku ini sudah dicap sebagai si "kutu buku" oleh guru-guru SD-ku dulu. Mereka semua pantas mendapatkan seratus poin untuk itu. Sama sepertimu juga yang berhasil menebak apa yang kulakukan di toko buku -di awal tulisan ini. Aku memang suka sekali membaca bacaan apapun -bahkan kepala sekolah SD-ku pun pernah menyindirku begini: "Dia ini saking sukanya membaca sampai-sampai kertas koran bungkus terasi pun tak dilewatkan untuk dibaca." Terima kasih bapak kepsek. Saya senang dipuji seperti itu. Tetapi mungkin -dan orang-orang yang disebut ilmuwan itu berteori bahwa orang yang gemar membaca akan memberikan keinginan kuat bagi seseorang untuk menulis. Aku setuju. Aku pun ingin dan selalu ingin menulis. Cita-citaku adalah menjadi seorang penulis. Banyak hal yang membuatku menginginkan menjadi salah satu dari kumpulan orang yang tulisannya dibaca orang banyak. Salah satunya adalah karena menulis itu mengasyikan. Ada yang mau membantah pernyataanku ini? Cobalah perbanyak bahan bacaan kalian dan rasakan datangnya keinginan untuk menulis sebuah cerita pendek saja atau puisi. Meskipun sudah banyak tulisanku -kebanyakan hanya menumpuk di hard disk laptop atau kartu memori handphone dan sebagian ada yang sudah diterbitkan di blog pribadiku- tetapi belum ada satupun yang terbit sebagai buku. (Loh, yang di blog itu tak dihitung?) Mungkin butuh beberapa waktu lagi baru ada minmal satu saja yang terbit menjadi buku. (Eh, apakah aku malas menghubungi penerbit di luar sana?)
(Lalu mengapa judul tulisan ini "Kulakukan Apa yang Kubisa Lakukan? Coba baca kembali dan simpulkan apa yang kumaksud)
Salam,
Sodikin Gross
Selasa, 14 Januari 2014
#KataMutiara: Tekad dan Hambatan Fisik
Tekad yang kuat dapat mengalahkan hambatan fisik seperti apapun. Tekad yang lemat dengan mudah dikalahkan hambatan fisik semudah apapun. #QQ
Kamis, 19 Desember 2013
Surat Terbuka untuk Teman yang Tak Pernah Kuhubungi
Dear Friends,
Kita sudah lumayan cukup lama berkenalan,berteman, dan bersahabat. Di dunia nyata mungkin kita sudah jarang bertemu, akan tetapi di dunia maya aku masih sangat sering melihat status-statusmu.
Aku beberapa kali me-retweet statusmu atau menyematkan tanda suka dan seringkali aku terkikik membaca apa yang kautulis. Kadang-kadang ada rasa kesal karena aku tak suka dengan tulisanmu yang sedikit ekstrem. Terkadang aku juga mengomentarinya dan kau terkadang tak membalas komentarku lagi. Tak apa aku maklum. Mungkin kamu sedang sibuk mengerjakan tugas.
Aku juga kadang tak suka apalagi kamu me-like statustu atau mengomentarinya. Tapi mohon maklum, meskipun aku ingin statusku di-like, aku tak akan begitu suka apabila statusku yang menggambarkan penderitaanku dibaca orang. Aneh memang. "Tapi sudah sepantasnya kita jangan terlalu banyak mengeluh di media sosial" seseorang pernah bernasihat seperti itu.
Tapi kita paham bahwa kita masih labil karena kita masih remaja dan terlalu mudah menerima apa saja yang ditawarkan dunia melalui globalisasi. "Jangan cari siapa salah, kta harus berintrospeksi diri". Seseorang yang lain juga bernasihat seperti itu.
Kawan, aku merasa sedih juga dengan keadaan ini. Meskipun kita saling mengenal di dunia nyata dan aku punya nomormu -aku yakin kamu juga menyimpan nomorku- tetapi kita tak banyak saling berkomunikasi. Mungkin aku yang salah karena aku cukup egois dengan tenggelam ke dalam perasaa stresku dengan masalah-masalah yang kuhadapi. Dan aku sungguh egois dengan tidak datang kepadamu dan mencurahkan semuanya. Meskipun kamu tidak bisa membantu menyelesaikan masalahku, tetapi kehadiranmu akan bisa mengurangi bebanku. Karena kau adalah sahabatku. Maafkan aku karena kurang begitu percaya padamu, kawan. Maafkan aku.
Rabu, 11 Desember 2013
Ein Leben muss ein Wert haben und andere Zitaten von mir
Ein Leben muss ein Wert haben. Das Leben, in dem ich lebe, hat kein Wert mehr. Ich habe die Werts vermissen. Ich muss sofort sterben.
I am alone. And I talk only to four walls surround. I am alone. And only that four walls listen to me. They are always around. Always.
Meskipun aku belum pernah keliling dunia tapi ketahuilah bahwa aku sudah tahu betul seperti apa dan bagaimana dunia ini telah berputar.
Aku tak mau hidup seribu tahun lagi. Karena mati muda adalah sebuah keberuntungan, seperti yang dikatakan Gie.
I am not a human being. I have no body. I have no voice. I have no sound. I have no soul. I have no word. I am only a sheet of paper.
I am a quick replyer in spite of you are not. I will always reply your messages as quick as possible as I wish as I can.
Simpati, empati, pengasihan, perhatian, dan keprihatinan yang tiap-tiap orang berikan padaku, kuucapkan terima kasih.
Aku terjebak dalam sebuah labirin besar, dalam sebuah tragedi sebagai manusia. Aku terjebak di dalamnya dan tak bisa temukan jalan keluar.
Karena hidupku benar menderita, tak bisakah orang-orang tak tahu mengenai hal itu? Aku akan menjadi "terpaksa" memperlihatkannya. Memalukan!
"I can't hop. Oh, I'm hopeless." ~ Wreck-It Ralph
Aku ingin menangis tapi selalu tak bisa meneteskan air mata. Aku ingin mati tapi ingat dosa bunuh diri. Aku selalu tak bisa penuhi inginku.
For me, the little tiny child soul trapped in a yet adult body, freedom is home. Family is the place a soul can be freed. Home is freedom.
Dengan bosan pada kehidupan seseorang akan terdorong untuk segera mengakhiri hidupnya. Betapa membosankannya dunia dihuni manusia yang iri.
Mengapa aku harus hidup sendirian dan diselimuti rasa kebosanan? Mengapa aku tak segera mati saja? Itu akan lebih baik bagi dunia.
Kujalani kehidupan yang membosankan. Semakin membosankan dengan menyaksikan sebuah kehidupan yang membosankan dari seorang teman.
Hidup akan menjadi sangat tidak karuan apabila dengan sengaja dibandingkan dengan kehidupan orang lain yang menumbuhkan rasa iri danbenci.
Hidupku yang membosankan ini semakin tiada bergairah dengan tumbuhnya rasa iri dan dengki terhadap kehidupan yang lebih baik dari seseorang.
Was denken sie? Was denkst du?
I hate my self when I again and again see ...
Jumat, 29 November 2013
#Catatan: Turut Berduka Cita
Turut berdukacita kepada Anda, siapapun orangnya, yang gemar membuat akun-akun sosial media baru. Kepada yang gemar menggonta-ganti nomer handphone. Kepada Anda yang apabila pergi dari sebuah lingkungan masyarakat menjadi tiba-tiba tak bisa dihubungi. Apakah hal itu dilakukan demi menghindari orang-orang yang tak disukai? Apakah diri Anda bermasalah dengan hubungan sosial? Apakah Anda orang yang menyesal karena telah berada di sebuah lingkungan sosial? Maka sangat tepat apabila saya mengucapkan berbela sungkawa atas apa yang telah Anda perbuat itu. Saya pasti hanya satu dari sekian banyak orang yang termasuk kategori "mantan teman Anda." Kalau begitu, selamat tinggal "mantan teman." Semoga hari-hari barumu di lingkunganmu yang baru menyenangkan. Dan jangan ulangi lagi.
Tak Ada yang Abadi
Tak ada yang abadi, pernyataan itu benar sekali.
Apa yang dibuat sedemikian rupa bagusnya hari ini, besok atau lusa akan menjadi sesuatu yang rusak. Tak berbentuk dan tak berguna. Apa yang hari ini baru di kemudian hari akan menjadi sesuatu yang usang dan dilupakan. Itu benar. Karena begitulah hukum alam bekerja. Segala hal akan berubah. Tak ada yang abadi.
Minggu, 24 November 2013
#Catatan: Siapa sih yang Bisa Menjadi Editor?
Fungsi seorang editor di tubuh sebuah media (khususnya media cetak) adalah mengoreksi setiap tulisan yang reporter dan kiriman dari penulis lepas sehingga sesuai dengan logika kebahasaan dan sesuai dengan tata bahasa [EYD (Ejaan yang Disempurnakan) Bahasa Indonesia] serta yang paling penting lagi supaya tulisan yang akan dimuat sesuai dengan visi dan misi media itu sendiri. Inilah tugas pokok seorang editor.
Karena seorang editor bertugas mengoreksi setiap tulisan yang masuk ke meja redaksi maka menjadi suatu keharusan untuk setiap editor harus mahir menulis. Minimalnya sang editor harus gemar membaca buku, majalah, tabloid dan koran sehingga tahu secara mendetil setiap jenis tulisan. Kewajiban bagi seorang editor ini diperlukan karena "tidak mungkin seorang buta bisa melihat." Mana mungkin seseorang bisa menilai bagus tidaknya tulisan orang lain apabila ia sendiri sedikit membaca tulisan yang bagus dan mana mungkin pula seseorang yang tidak pernah menulis bisa mengoreksi tulisan orang lain yang disodorkan kepadanya dan menemukan di mana bagian yang lebih atau kurang serta bagian mana yang harus diperbaiki atau dibuang. Kemahiran menulis sang editor wajib dimiliki supaya tulisan yang akan dimuat bisa dipoles menjadi lebih layak dibaca khalayak umum.
Jumat, 22 November 2013
#Catatan: Waspadai Ciri-ciri Ponsel yang sedang Disadap
aplikasiandroid.net , Download Gratis Aplikasi Android
Nih gan Ciri-Ciri Hp Agan lagi Disadap, jangan lupa di share gan
Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana sesungguhnya penyadapan itu dilakukan, dan bagaimana pula tanda-tanda ponsel disadap. Apalagi, penyadapan bukan hanya pada pejabat, tetapi bisa dilakukan terhadap siapa saja.
Ada 2 jenis penyadapan, pertama menggunakan alat sadap berdasar frekuensi telpon. alat ini berharga 1-4M diantaranya dimiliki lembaga antikorupsi di indonesia. nama alat tersebut ATIS Gueher Gmbh buatan Jerman. Lalu ada juga software penyadap handphone.
Secanggih apapun sebuah alat pasti memliki ciri kelemahannya, apa ciri ciri bila disadap oleh alat semacam ini ?
1. Ada suara berdengung panjang, suara lawan bicara seperti berada di lorong yang bergema.
2. Bila saya menelepon ke nomor-nomor tertentu akan putus setiap beberapa menit, padahal tidak sedang di luar kota.
3. Delay penyampaian SMS, bahkan cukup banyak SMS tak sampai. Kedua soal ini bisa dikilahkan karena buruknya layanan operator.
4.Sulit sekali menelepon ke nomor-nomor tertentu. Bahkan saat si empunya nomor ada di samping saya secara fisik sehingga bisa dilihat handphonenya baik-baik saja (on, sinyal penuh, dan tidak dipakai).
5.Ada suara aneh semacam “cklik” atau “nut” sesaat sebelum nada sambung (atau NSP) berbunyi.
6.Sering ada suara lain semacam induksi ala PSTN saat menelepon dari HP ke sesama nomor HP. Pertanyaannya, apakah induksi bisa terjadi pada telepon seluler yang nirkabel?
7. Yang paling aneh, saat saya menelepon dengan memencet angka satu per satu (bukan dial dari phone book memory) kepada nomor tertentu, malah sambung ke nomor yang lain. Saya memencet nomor Indosat, nyambungnya ke Telkom. Jauh banget.
Ada juga penyadapan dengan software penyadap. apa ciri2nya?
1. Bila baterai ponsel Anda menjadi lebih cepat terkuras padahal jarang digunakan, Anda harus curiga. Sebab, sebuah software mata-mata (spyware) yang sudah tertanam di ponsel, biasanya akan mengirimkan informasi-informasi kepada si penyadap. Hal ini menyebabkan baterai ponsel akan lebih cepat terkuras.
2. Walaupun Anda tak menggunakan ponsel tersebut, bila disentuh, ponsel ini terasa hangat karena walaupun terlihat tak digunakan, ponsel ini sebenarnya bekerja, kemungkinan karena proses penyadapan itu sendiri.
3. Saat digunakan untuk menelepon orang lain, Anda mendengar berbagai macam bunyi-bunyian, misalnya bunyi klik, derau, atau bunyi lainnya. Bahkan, kemungkinan volume ponsel juga bisa bisa berubah-rubah sendiri
4. Bila terdengar bunyi yang tak wajar dari ponsel saat sedang tak digunakan, kemungkinan ponsel Anda sedang bekerja, berfungsi sebagai receiver atau transmitter yang sedang menerima percakapan telepon di area sekitarnya.
5. Saat ponsel digunakan berkomunikasi, biasanya ponsel tiba-tiba mati, sinyal tiba-tiba turun atau suaranya mendengung.
6. Lakukan tes. Beritahu kepada orang yang Anda percaya bisa memegang rahasia, tentang informasi tertentu. Bila kemudian orang lain mengetahui informasi Anda itu, tandanya, ponsel Anda sudah disadap orang.
Sumber
www.kaskus.co.id/thread/528275d7c0cb172f6b00000e
Rabu, 20 November 2013
#Catatan: Mereka Melihat Kesulitan dalam Teks Dolmetschen Saya
Teman-teman di kelas selalu melihat tingkat kesulitan tinggi dalam setiap teks yang akan saya sajikan di mata kuliah Dolmetschen. Padahal saya yakin saya telah membuatnya sesederhana mungkin yang saya bisa. Tidakkah mereka meninggikan kesulitan di dalam diri mereka sendiri untuk menerima tantangan dan meninggikan kompetensi berbahasa Jerman mereka sendiri?
Kamis, 14 November 2013
#Catatan: Beberapa Hipotesis
#Hipotesis Ujian sebenarnya saat menyusun #Skripsi adalah ketika bimbingan. Ujian Sidang nantinya hanya akan menjadi permainan yang mudah.
Jumat, 25 Oktober 2013
Kata Pengantar *entah untuk buku atau novel ang mana
Cerita ini muncul dan berkembang - lalu pada akhirnya ada di tanganmu - karena sebenarnya sudah aku tulis sejak beberapa tahun lalu. Entah karena aku yang malas atau karena terlalu banyak gangguan sehingga aku tak punya waktu untuk menulisnya, menyelesaikannya, merapihkannya, mengirimnya ke penerbit, diterima, kemudian digodok oleh editor, kemudian disetujui naik cetak, dijual di toko buku dan - beruntung sekali kau - dibeli olehmu dan sekarang sedang dinikmati olehmu. Terimakasih banyak telah sudi menyentuh bukuku dan mau membaca ceritaku di dalamnya. Semua cerita di buku ini tak aku pungkiri memang bertolak dari pengalaman pribadiku. Namun, aku buat dengan mencampuradukkannya dengan segala imajinasi yang aku punya sehingga kau takkan mudah memilih dan memilah mana yang fiktif dan mana yang nyata. Dan akhir kata, semoga kau bisa menikmati ceritaku sampai akhir. Terima kasih sekali lagi kuucapkan.
Salam.
#Catatan: Teori Ini dan Itu
Teori: Orang akan takut terhadap hal-hal tak ia dikenal. Maka, simpulan dari teori tersebut adalah: kenalilah apa itu, mengapa menakutkan dan berusahalah agar kenal dengan hal tersebut maka kemudian kita tak akan merasa takut lagi dengan hal tersebut.
Hal apa saja menurutmu menakutkan? Bisa orang (dosen atau guru atau pengajar), tempat (rumah, bangunan, area, atau desa), benda (api, air, tanah, boneka, atau benda lain), dan lain-lain. Kenalilah. Pegang satu teori ini: berusalah berkenalan dengan mereka.
Kamis, 17 Oktober 2013
#Catatan: Diterima atau Tidak? Tips Menghadapi Pengumuman Tema Skripsi
Meski belum tahu tema yang diajukan diterima atau tidak, tapi kuharus siap dengan risiko terburuk yang bisa terjadi, atau pun yang terbaik. Risiko yang sama sekali tidak diharapkan terjadi: tema ditolak dan menjadi akhir dari cerita. Risiko yang betul-betul diharapkan: tema diterima dan mendapat pembimbing yang sangat pas.
Oleh karena itu, sebagai antisipasi: persiapkan rancangan kasar dengan tema yang telah diajukan dan juga satu atau dua tema cadangan (plan B). Rancangan kasar perlu disiapkan agar pada saat tema dinyatakan diterima, kita bisa langsung segera bimbingan. Plan B perlu disiapkan apabila tema ditolak, ini supaya ketika mendapat kabar yang tidak menyenangkan ini kita sudah punya tali pegangan lain untuk maju.
Maka, ada dua langkah besar yang harus dilakukan demi menghadapi kemungkinan-kemungkian yang bisa saja terjadi salah sati diantaranya sebagai berikut:
Langkah pertama: susun kerangka dan badan karangan skripsi bahkan kalau bisa sampai bagian simpulan. Hal ini supaya bimbingan tidak memerlukan waktu yang lama dan pada akhirnya bisa lulus dengan tepa waktu kalau tidak mau dikatakan cepat.
Langkah kedua: cari tema baru sebagai cadangan dan siapkan literatur primer dan sekundernya. Kalau bisa literatur yang digunakan bisa dimanfaatkan untuk keduanya: ini supaya menghemat waktu dan tetap dapat lulus dengan tepat waktu.
#Esai: Karakter Bangsa dan Pemberitaan Buruk di TV
Oleh @MuhRidwanD (Muhammad Ridwan)
Hidup adalah soal memilih. Apa yang kita pilih membentuk karakter kita. Apa yang kita pilih mencerminkan siapa kita. Memilihlah dengan bijak.
Setiap hari kita disugui hal-hal negatif, hal-hal yang membuat muak, seolah-olah tidak ada (atau sangat sedikit) hal yang baik terjadi di negeri ini. Sangat dominannya penayangan berita buruk di televisi menjadikan kita sebagai bangsa dengan tingkat percaya diri yang rendah. Hal-hal buruk lama-lama akan dianggap sebagai hal yang biasa, bahkan akan melekat menjadi budaya bangsa.
Bayangkan sebaliknya, apabila yang menjadi bahan pemberitaan itu merupakan kebaikan-kebaikan, prestasi anak-anak Indonesia di Olimpiade Sains Internasional misalnya, membuat kita termotivasi untuk menjadi baik juga. Kebaikan akan dijadikan sebagai hal yang biasa di dengar dan dilihat, bahkan akan menjadi sebuah budaya produk bangsa Indonesia. Pemberitaan hal baik secara terus-menerus niscaya akan membentuk mental rakyat yang baik pula.
Perhatikan pasal 33 ayat 3 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa "bumi, air dan kekayaan alam lainnya (termasuk juga udara) dikuasai negara untuk kepentingan rakyat." Bijaknya,pemerintah juga harus ikut andil dalam mengatur apa yang ditayangkan oleh di media masa khususnya televisi. Pers memang memiliki kebebasan, tetapi harus mau diatur untuk kebaikan. Anggaplah saja sebagai kewajiban dan etika pers. "True, bad news is good news," tapi harus ingat juga kalau "good news is better news."
*Dengan perubahan seperlunya oleh @SodikinGRoss
Rabu, 16 Oktober 2013
#Catatan (#Esai) Mengobrol dengan Orang Itu ... Sesuatu
16 Oktober 2013
Bisa mengobrol dengan "orang asing" adalah pengalaman yang sangatlah seru. Dia si orang asing itu tak harus selalu bule dari Eropa atau Amerika. "Orang asing" yang duduk bersebelahan di bus kemungkinan besar adalah pembawa kunci peluang sukses di masa depan. Bisa jadi orang yang tidak kita kenali dan duduk di sebelah kursi kita merupakan orang yang akan memberikan bantuan atau mungkin juga membutuhkan bantuan kita. Dan semua manusia di dunia ini memiliki keterkaitan. Selalu begitu. Dan seperti yang kualami hari ini.
Aku berangkat dari rumah sekitar pukul 6 kurang lima belas menit. Pagi sekali. Kemudian menunggu beberapa lama di daerah Tugu, Wado sampai datang bus yang akan mengantarkanku ke tujuan, Jatinangor. Berangkatlah busku sekitar pukul 6 lebih. Awalnya bus lengang kemudian pada saat bus sampai di daerah Situraja, baru sekitar seperenam atau seperlima perjalanan, bus mulai penuh sesak. Beruntung aku sempat pindah ke kursi di depan pintu depan ini tadi, sehingga aku bisa duduk selama dua jam ke depan sebelum sampai di Jatinangor.
Kemudian naiklah seorang pemuda berkemeja kotak-kotak hitam-putih, bukan biru maaf. Kulihat wajahnya seolah tak asing. Meskipun kutaksir umur lelaki ini lebih tua dariku dan adik angkatanku di SMA yang kupikir mirip itu. Dan satu hal yang membuatku penasaran adalah handphone yang dipakainya. Oh, itu smartphone buatan Finlandia! Aku sungguh tertarik dengannya, maksudku handphone-nya. Dan karena itulah aku menjadi penasaran untuk berbincang dengan "orang asing" ini.
Tidak terjadi percakapan sampai sang target operasi duduk di kursi di sebelahku. Sebelumnya dia berdiri di depan kursi siswi SMK yang sekarang didudukinya. Dia berdiri di depanku sehingga aku bisa mengawasinya. Dan akhirnya pada saat teman SMK kita turun, dia duduk. Aku belum berani bertanya apa-apa kepadanya sampai bus melaju dengan kencang melewati Terminal Ciakar, Sumedang hingga berhenti di pool MS. Harus kalian tahu bahwa bus Medal Sekarwangi adalah bus yang kutumpangi ini. Sudah beroperasi cukup lama di Sumedang dan sepertinya sudah menjadi salah satu yang paling berkuasa di sini.
Aku hanya bertanya "Mau ke mana, Aa?" Bagus sekali ketika dia menjawab "Mau ke Cicaheum. Kamu?" Tidak buruk sebenarnya saat aku bertanya lagi apa yang dia tanyakan. *Alasan* Dan terimakasih sudah mengulang pernyataan dan pertanyaannya. :D Oh ya, aku jawab begitu saja: "Ke Jatinangor." Lalu ketika aku akan bertanya lagi dia malah terlihat mengantuk, dan benar-benar tertidur. Baiklah, dan oleh karena itulah aku pun tidur. Tidak seperti biasanya, kali ini aku bisa begitu terlelap di bus. Aneh. Sungguh sangat tidak biasa apa yang kualami hari ini.
Ketika aku tersentak bangun, kulihat bus sudah melaju beberapa jauh. Kulihat pula teman sebangkuku masih terlelap dengan tenangnya dalam tidurnya. Aku pun masih mengantuk. Kupejamkan kembali mataku. Dan tiga kali kuulangi hal itu. Sampai pada saat ketika teman asingku benar-benar terbangun -kutahu dengan melihat jari-jemarinya yang sibuk memainkan smartphone Finlandianya itu- maka aku pun tidak mengantuk lagi. Aku pun merogoh handphone-ku dari dalam tas untuk mengecek twitter dan sms. Ah iya, ada satu sms dari temanku yang menanyakan ada tidaknya kuliah hari ini pukul setengah sebelas. Dan tak ada sebutan baru di twitter.
Kemudian betapa kagetnya aku saat teman sebangkuku tiba-tiba berkata-kata. Saking kagetnya sampai kubertanya balik apa yang dia tanyakan. "Di Jatinangor tinggal di mana?" Kujawab: "Di Cikuda." Lalu kakak itu berkata: "Saya punya teman yang tinggal di Cikeruh." Aku akhirnya hanya tersenyum, tidak berkata apa-apa. Kupalingkan pandanganku ke luar kaca bus dan pemandangan di luar memberitahuku bahwa tujuanku sudah hampir dekat.
Selasa, 08 Oktober 2013
#Catatan Kita Terjebak Hujan
Sore hari pukul setengah lima tanggal 8 Oktober 2013 ...
Hujan turun, awalna rintik-rintik. Lalu kemudian menjadi lebat. Langit biru cerah kemudian menjadi gelap, itu yang kau sebut mendung kawan, mengikuti hujan atau bahkan menggiring hujan, entahlah. Tapi aku tak akan berbicara begitu jika aku tak terjebak di sini. Bersama orang-orang asing itu, kita semua terjebak di sini, sama-sama berteduh dari hujan yang mengguyur.
Baiklah, sekarang hujan mereda dan aku bisa pulang. Kita semua bisa pulang ke rumah masing-masing. Ayo pulang. Kita sudah tak terjebak lagi oleh hujan.