Karena saya belajar tentang Eropa (Jerman khususnya) maka mau tak mau saya tak bisa tutup mata bahwa LGBT ialah isu yang hangat dibicarakan.
Dan oleh karena itu, pun tak bisa mengabaikan bahwa "mereka" juga ada di Indonesia, hanya saja sangat tertutup dan menghndari pertentangan.
Sehingga membuat saya menjadi tertarik untuk menulis sebuah cerita fiktif yang mengangkat tema yang masih tabu di masyarakat kita ini.
Senin, 24 Maret 2014
#Catatan: Mengangkat Tema Tabu (LGBT)
Senin, 13 Januari 2014
#Perumpamaan: Kapal Karam dan Seorang Pesakitan
Apabila Anda pernah sekali melihat seonggok kapal oleng yang hampir tenggelam dan pada akhirnya memang menghantam karang di dasar samudra, seperti itulah kiranya hidup seorang pesakitan pikiran ini. Dia sangatlah berputus asa dan menderita dalam hidupnya. Dia sedang mengalami kejatuhan. Dan dia hampir gila karena pikirannya sakit. Saat ini dia sedang mengalami proses menghantam karang di dasar samudra seperti sang kapal yang kau saksikan itu.
Jumat, 25 Oktober 2013
Kata Pengantar *entah untuk buku atau novel ang mana
Cerita ini muncul dan berkembang - lalu pada akhirnya ada di tanganmu - karena sebenarnya sudah aku tulis sejak beberapa tahun lalu. Entah karena aku yang malas atau karena terlalu banyak gangguan sehingga aku tak punya waktu untuk menulisnya, menyelesaikannya, merapihkannya, mengirimnya ke penerbit, diterima, kemudian digodok oleh editor, kemudian disetujui naik cetak, dijual di toko buku dan - beruntung sekali kau - dibeli olehmu dan sekarang sedang dinikmati olehmu. Terimakasih banyak telah sudi menyentuh bukuku dan mau membaca ceritaku di dalamnya. Semua cerita di buku ini tak aku pungkiri memang bertolak dari pengalaman pribadiku. Namun, aku buat dengan mencampuradukkannya dengan segala imajinasi yang aku punya sehingga kau takkan mudah memilih dan memilah mana yang fiktif dan mana yang nyata. Dan akhir kata, semoga kau bisa menikmati ceritaku sampai akhir. Terima kasih sekali lagi kuucapkan.
Salam.