Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Mei 2014

#Kutipan: Perihal Sesal dari "Atheis" oleh Achdiat Karta Miharhja

Apa artinya sesal, kalau harapan telah tak ada lagi untuk memperbaiki segala kesalahan? Untuk menebus segala dosa? Akan tetapi hilangkah pula sesal, karena harapan untuk menebus dosa itu telah hilang? Ah, bilakah demikian halnya, barangkali takkan seberat itu segala dosa menekan jiwa. Tapi tidakkah malah sebaliknya? Bahwa semakin hilang harapan, semakin berat pula sesal menekan? ~ Achdiat Karta Miharja, Atheis

Di dunia tiada yang tetap, tiada yang kekal, tiada yang abadi. Segala-galanya serba berubah, serba bergerak, serba tumbuh dan mati. Yang abadi hanya yang Abadi, yang tetap hanya yang Tetap, yang kekal hanya yang Kekal. Tapi apakah yang demikian itu manusia tidak mengetahuinya, sebab abadi, tetap, kekal itu adalah pengertian waktu, sedang waktu adalah pengertian ukuran. Dan ukuran ditetapkan oleh manusia jua. Padahal manusia beranggapan bahwa manusia ditetapkan oleh yang Abadi. ~ Achdiat Karta Miharja, Atheis

Selasa, 31 Desember 2013

Kutipan: dari Novel "Moga Bunda Disayang Allah" karya Darwis Tere Liye

(I) Rasa nyaman membuat orang-orang sulit berubah. Padahal, boleh jadi, meski di luar sana hujan badai, kesempatan lebih baik telah menunggu.
(II) Rasa takut juga membuat orang-orang sulit berubah. Padahal, boleh jadi, ketakutan itu dibuat-buat oleh diri sendiri yang memang enggan berubah. Sedangkan, kesempatan yang lebih cemerlang telah menunggu untuk dijemput.
~ Tere Liye, Novel "Moga Bunda Disayang Allah"

Jumat, 25 Oktober 2013

Kata Pengantar *entah untuk buku atau novel ang mana

Cerita ini muncul dan berkembang - lalu pada akhirnya ada di tanganmu - karena sebenarnya sudah aku tulis sejak beberapa tahun lalu. Entah karena aku yang malas atau karena terlalu banyak gangguan sehingga aku tak punya waktu untuk menulisnya, menyelesaikannya, merapihkannya, mengirimnya ke penerbit, diterima, kemudian digodok oleh editor, kemudian disetujui naik cetak, dijual di toko buku dan - beruntung sekali kau - dibeli olehmu dan sekarang sedang dinikmati olehmu. Terimakasih banyak telah sudi menyentuh bukuku dan mau membaca ceritaku di dalamnya. Semua cerita di buku ini tak aku pungkiri memang bertolak dari pengalaman pribadiku. Namun, aku buat dengan mencampuradukkannya dengan segala imajinasi yang aku punya sehingga kau takkan mudah memilih dan memilah mana yang fiktif dan mana yang nyata. Dan akhir kata, semoga kau bisa menikmati ceritaku sampai akhir. Terima kasih sekali lagi kuucapkan.
Salam.

Sabtu, 12 Januari 2013

Citations from The Hunger Games: Mockingjay by Suzanne Collins

"What am I going to do? Is there any point in doing anything at all?" ~ Mockingjay: The Ashes chapter 1 page 8 by Suzanne Collins.
"The question is, what are you going to do?" Mockingjay: The Ashes chapter 2 page 21 by Suzanne Collins
"People of Panem, we fight, we dare, we end our hunger for justice! And that, my friends, is how a revolution dies." Mockingjay page 47
"We're going to have to work together again. So, go ahead. Just say it." Mockingjay: The Ashes chapter 6 page 50 by Suzanne Collins
"Frankly, our ancestors don't seem much to brag about. I mean, look at the state they left us in, with the wars and the broken planet. Clearly, they didn't care about what would happen to the people who came after them. But this republic idea sounds like an improvement over our current government." Suzanne Collins' Mockingjay: The Ashes chapter 6 p. 55
"You're alive, then. We weren't sure." Am I wrong or is there a note of accusation in her voice? I'm still not sure myself," I answer. Mockingjay: The Ashes chapter 7 page 57