Tampilkan postingan dengan label Teman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Maret 2014

#Catatan: Temanmu di Dunia Nyata dan Maya

Ironisnya, dunia maya memang maya dan aku sendirian saja di sini. Dunia maya memang tidak nyata, kecuali apa yang kau lakukan di dunia nyata kau teruskan di sini. Dan harus semua orang -termasuk Anda- tahu dan paham bahwa hukum ini berlaku: temanmu di dunia maya tak berarti jikalau mereka bukan temanmu di dunia nyata. Memangnya, siapa pula yang cetuskan hukum sepele semacam itu? Siapa lagi kalau bukan AKU. Hukum yang baru saja aku cetuskan, beberapa menit lalu di facebook.

Kamis, 19 Desember 2013

Surat Terbuka untuk Teman yang Tak Pernah Kuhubungi

Dear Friends,
Kita sudah lumayan cukup lama berkenalan,berteman, dan bersahabat. Di dunia nyata mungkin kita sudah jarang bertemu, akan tetapi di dunia maya aku masih sangat sering melihat status-statusmu.
Aku beberapa kali me-retweet statusmu atau menyematkan tanda suka dan seringkali aku terkikik membaca apa yang kautulis. Kadang-kadang ada rasa kesal karena aku tak suka dengan tulisanmu yang sedikit ekstrem. Terkadang aku juga mengomentarinya dan kau terkadang tak membalas komentarku lagi. Tak apa aku maklum. Mungkin kamu sedang sibuk mengerjakan tugas.
Aku juga kadang tak suka apalagi kamu me-like statustu atau mengomentarinya. Tapi mohon maklum, meskipun aku ingin statusku di-like, aku tak akan begitu suka apabila statusku yang menggambarkan penderitaanku dibaca orang. Aneh memang. "Tapi sudah sepantasnya kita jangan terlalu banyak mengeluh di media sosial" seseorang pernah bernasihat seperti itu.
Tapi kita paham bahwa kita masih labil karena kita masih remaja dan terlalu mudah menerima apa saja yang ditawarkan dunia melalui globalisasi. "Jangan cari siapa salah, kta harus berintrospeksi diri". Seseorang yang lain juga bernasihat seperti itu.
Kawan, aku merasa sedih juga dengan keadaan ini. Meskipun kita saling mengenal di dunia nyata dan aku punya nomormu -aku yakin kamu juga menyimpan nomorku- tetapi kita tak banyak saling berkomunikasi. Mungkin aku yang salah karena aku cukup egois dengan tenggelam ke dalam perasaa stresku dengan masalah-masalah yang kuhadapi. Dan aku sungguh egois dengan tidak datang kepadamu dan mencurahkan semuanya. Meskipun kamu tidak bisa membantu menyelesaikan masalahku, tetapi kehadiranmu akan bisa mengurangi bebanku. Karena kau adalah sahabatku. Maafkan aku karena kurang begitu percaya padamu, kawan. Maafkan aku.

Jumat, 25 Oktober 2013

#Catatan: Teori Ini dan Itu

Teori: Orang akan takut terhadap hal-hal tak ia dikenal. Maka, simpulan dari teori tersebut adalah: kenalilah apa itu, mengapa menakutkan dan berusahalah agar kenal dengan hal tersebut maka kemudian kita tak akan merasa takut lagi dengan hal tersebut.
Hal apa saja menurutmu menakutkan? Bisa orang (dosen atau guru atau pengajar), tempat (rumah, bangunan, area, atau desa), benda (api, air, tanah, boneka, atau benda lain), dan lain-lain. Kenalilah. Pegang satu teori ini: berusalah berkenalan dengan mereka.

Sabtu, 05 Oktober 2013

#Catatan: Kasihan Sekali Saudara Teman Saya lni

Jika Anda adalah termasuk orang yang diceritakan dalam tulisan ini, harap jangan tersinggung, kemudia marah lalu merasa galau dan mengutuk saya (si penulisnya).
Pernahkan teman Anda atau adakah teman Anda atau bahkan Anda sendiri yang pernah melakukan ini: berkata "wah, si dia pemeran utama di film itu mirip sepupu saya!" Atau berkata demikian: "Kok saya mirip si A di film B?" Sungguh saya merasa kasihan kepada orang-orang seperti ini.
Mengapa? Ketika untuk pertama kalinya mendengar kata-kata seperti itu, sebenarnya saya menjadi berpikir: "Benarkah? Ah masa?" Untuk yang kedua kali dan seterusnya saya menjadi berpikir: "Sebenarnya sebera banyak saudara Anda itu?" Atau "Memangnya saudara Anda seperti apa sih wajahnya sebenarnya?" Dan juga "Oh, saudara Anda pernah atau sering operasi plastik ya?" Dan setiap kali berpikir seperti itu, saya jadi merasa kasihan kepada Anda kawan.
Dan khusus untuk Anda yang berpikir bahwa Anda mirip dengan artis/aktor C di film D, saya merasa sangat kasihan kepada Anda. Oh, sudahlah jangan disebutkan alasannya yang jelas Anda memang sangat patut dikasihani.