Dear Friends,
Kita sudah lumayan cukup lama berkenalan,berteman, dan bersahabat. Di dunia nyata mungkin kita sudah jarang bertemu, akan tetapi di dunia maya aku masih sangat sering melihat status-statusmu.
Aku beberapa kali me-retweet statusmu atau menyematkan tanda suka dan seringkali aku terkikik membaca apa yang kautulis. Kadang-kadang ada rasa kesal karena aku tak suka dengan tulisanmu yang sedikit ekstrem. Terkadang aku juga mengomentarinya dan kau terkadang tak membalas komentarku lagi. Tak apa aku maklum. Mungkin kamu sedang sibuk mengerjakan tugas.
Aku juga kadang tak suka apalagi kamu me-like statustu atau mengomentarinya. Tapi mohon maklum, meskipun aku ingin statusku di-like, aku tak akan begitu suka apabila statusku yang menggambarkan penderitaanku dibaca orang. Aneh memang. "Tapi sudah sepantasnya kita jangan terlalu banyak mengeluh di media sosial" seseorang pernah bernasihat seperti itu.
Tapi kita paham bahwa kita masih labil karena kita masih remaja dan terlalu mudah menerima apa saja yang ditawarkan dunia melalui globalisasi. "Jangan cari siapa salah, kta harus berintrospeksi diri". Seseorang yang lain juga bernasihat seperti itu.
Kawan, aku merasa sedih juga dengan keadaan ini. Meskipun kita saling mengenal di dunia nyata dan aku punya nomormu -aku yakin kamu juga menyimpan nomorku- tetapi kita tak banyak saling berkomunikasi. Mungkin aku yang salah karena aku cukup egois dengan tenggelam ke dalam perasaa stresku dengan masalah-masalah yang kuhadapi. Dan aku sungguh egois dengan tidak datang kepadamu dan mencurahkan semuanya. Meskipun kamu tidak bisa membantu menyelesaikan masalahku, tetapi kehadiranmu akan bisa mengurangi bebanku. Karena kau adalah sahabatku. Maafkan aku karena kurang begitu percaya padamu, kawan. Maafkan aku.
Kamis, 19 Desember 2013
Surat Terbuka untuk Teman yang Tak Pernah Kuhubungi
Selasa, 16 April 2013
Wanita Keras Kepala (Surat Perpisahan)
Kamu wanita aku pria
Kamu pikir begitu aku pikir begini
Kamu bersikeras aku tak berkata apa-apa lagi
Kamu keras kepala aku diamkan saja
Kamu begini aku begitu saja
Biarkanmu melakukan apa saja sekehendakmu
Maka layaknya kamu kutingglkan
Biarkanmu berbuat semaumu tanpaku
Tanpaku, supaya kutak jadi resah dan serba salah
Supaya kamu bisa bebas dariku
Agar kutak terkekang olehmu
Aku ingin berpisah
Aku ingin bahagia tanpamu
Kuingin kau melepasku
Tanpa rasa bersalah
Tanpa bekas lekas bebas
Tanpa ragu aku tak lagi harus menunggumu
Tanpa perasaan bersalah kuingin tinggalkanmu
Tak perlu ada lagi pengorbanan dariku atau darimu
Tak perlu ada pihak yang terbebani
Ku tak ingin menjadi bebanmu
Ku tak mau membuatmu kesal olehku
Selamat tinggal selamat jalan
Semoga bahagia tanpaku
Semoga harimu menyenangkan tanpaku
Selamat berpisah
Aku dan kamu tak lagi berikatan
Maaf dan terima kasih