Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Desember 2013

#Sajak: Sebuah Keadaan

Ada banyak buku yang harus kubaca dan ada banyak cerita yang harus kutulis. Ada banyak puisi yang ingin kunyanyikan.
Ada satu misi yang harus kuselesaikan. Ada sebuah kehidupan yang mesti kujalani. Ada sebuah akhir yang ngin kutuju.
Ada banyak pula uang yang harus kuhasilkan. Ada banyak barang yang ingin kubeli. Ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.
Ada banyak hal yang harus kulakukan selama ada banyak waktu untuk hidup yang harus kujalani. Ada banyak celah kosong yang harus kuisi.
Ada sebuah penyesalan yang terlalu besar untuk kupkirkan terus.

Kamis, 03 Januari 2013

Tuhan

2 Januari 2013

tak perlu menjadi Tuhan
untuk tahu pkiran-Nya
karena tak mungkin juga
percuma, tak akan ada yang bisa

Tapi hanya ada satu Tuhan
Dia mencipta manusia
Dia memberi harta serta kasih sayang
memberi raga dan jiwa
juga agama

Tuhan memang satu
Hanya manusia menganggap lebih
manusia ini ber-Tuhan yang ini
yang satu itu berlainan
manusia yang mau

Tuhan
tak mungkin manusia tahu siapa Dia
tak harus jadi diri-Nya
untuk tahu pikiran-Nya
jadilah saja makhluk yang baik

Surga pun neraka
tak boleh dilihat sebagai ancaman
ataupun rayuan
Tuhan tak begitu
Dialah Maha Penyayang

Tuhan diakui dalam agama
dan biarkanlah mereka yang tak punya
toh mereka masihlah ciptaan-Nya
dan pasti kita pulang kepada-Nya

Jumat, 21 Desember 2012

Mengapa Harus Begini?

I

Mengapa aku begini?

melakukan semua ini

menjadi seperti ini

mengapa aku begini?

merasakan pedih tak terperi

oh, menjadi sesuatu yang tak kuduga

tak harus menunggu uga

tuk tahu dan meraba-raba

apa yang telah kuperbuat?

apa yang sedang kulakukan?

entah apa yang akan terjadi?

aku begini, jadi begini

karena begitu, terjadi demikian

kupikirkan, kupikirkan

kulakukan, kulakukan

namun tak terselesaikan

dunia masih seperti ini

dunia masih serupa lama

dunia masih sama saja

entah apa yang kupikirkan

entah apa yang kan terjadi

II

mengapa masih begini?

mengapa tak terjadi demikian?

aku bertanya, aku berpkir keras

aku bertanya aku bertanya

terus menerus dan semakin keras

aku bertanya kembali bertanya

mengapa demikian adanya

mengapa terjadi begitu keras

menghantamku dengan pukulan keras

lebih dari hujan yang jatuh tak pelan

menamparku tepat dipipiku

III

tak kumengerti lagi

bagaimana dunia seperti dulu lagi

beribu kata ribuan kata kuucap

tak seberapa banyak yang mengecap

kutahu kamu pun tahu

siapa aku siapa kamu

siapa kita siapa aku?

dan, mengapa harus begini?

Kamis, 06 Desember 2012

#Sajak Ambek Ka Babaturan

Manéhna nu ngajak, manéhna nu kudu ditungguan. Kuring da teu hayang diajak, kuring da embung nungguan.

Kajeun teuing susulumputan, kuring geus teu hayang ngémutan. Manéh bener teu nganiatan. Kuring teu sudi nungguan.

Paduli teuing manéh hayang iinditan. Paduli teuing manéh hayang ditungguan. Jung indit sorangan. Ka kuring ulah ngajakan.

Mun hayang dibarengan montong diselang. Mun moal indit ulah ngajakan.

Baé teu jadi gé lantaran manéh kaciri teu yakin. Kajeun teu indit gé lantaran manéh cicing baé.

Jalema jiga manéh kudu diantep. Jalma nu kawas manéh kudu sina miharep. Ku kuring arék diantep. Ngarah kuring bisa salamet.

Hayoh manéh ngomong jeung nanya. Terus manéh ngajak tur nanya. Hayu cuang babarengan. Teu sudi teuing aing ngabaturan.

Kamis, 29 November 2012

#Puisi 27 November 2012

(1) Kutulis surat sepucuk. Kubaca berita sepenggal. Kulipat kertas secarik. Kurangkai bunga bertangkai. Kuucap kata sepatah.

(2) Kuminum anggur segelas. Kumakan semangka sepotong. Kucinta engkau seorang. Kutangkap burung seekor. Kuracik ramuan sekuali.

(3) Kuhirup udara sehelaan. Kulihat bintang sekerlip. Kupandang matamu sekedipan. Kubawa pisang setandan. Kubunuh lalat seekor.

(4) Kuucap cinta sekata. Kupanggil namamu beribu kali. Kuselami lautan ratusan kali. Kuhabiskan sisa umurku denganmu. Itu yang kumau.

Langit malam sekali kelam. Langit siang panas menggarang. Cahaya menghilang hujan datang. Membawa luka dan kasih sayang.

Cahaya gemintang bersinar terang. Tetiba awan bergulung mencuri gunung. Gegara itulah bulan tertelan. Membawa malam seolah tenggelam.

Kupinta mati tuan tak beri. Kupinta harta tuan tak beri serta merta. Kupinta berhenti tuhan malah terus memberi. Ah tuan baik sekali.

I am left alone, you're gone. I'm perished twice. I'd say if I want. I didn't want be nice. If it's cracked my bone while you notice.

Rabu, 14 November 2012

#Puisi NAMA CINTA

Demi dewa dewi Yunani yang diturunkan tahtanya dari langit ke gunung Olympus, aku menginginkanmu sampai kau mampus.

Jika aku adalah penentang Zeus, di zaman itu aku akan disambar petirnya sampai hangus.

Aku harus bertahan dalam perang melawan dewa, sampai ragaku tak lagi berjiwa.

Entah ke mana cinta harus ku bawa, atau perasan lain dalam hati ke pada engkau yang jumawa.

Rasa ingin memilikimu ku bawa dari taman ke taman, melalui berbagai waktu dari zaman ke zaman.

Memilikimu seperti menanam mawar berduri di sebuah taman, memberikan rerumputan hijau seorang teman.

Pastilah kau tahu, Homer si penulis Illiad dan Oedipus itu, ah, namaku tak tertulis di situ.

Benar namamu terpahat di sisi hatiku, lalu aku bertanya: "Apakah namaku tercoret di dadamu?"