Tampilkan postingan dengan label Tweets. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tweets. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Januari 2014

#Notes: Paradise and Hell

There is no paradise in the world. That is so so far. We are going there after we face the death and apocalypse. I wanna go there asap.

The hell is right here. So near, we live there. People is angry to each other. I am angry, too. My anger is to the angry world around.

Kamis, 03 Januari 2013

Tuhan

2 Januari 2013

tak perlu menjadi Tuhan
untuk tahu pkiran-Nya
karena tak mungkin juga
percuma, tak akan ada yang bisa

Tapi hanya ada satu Tuhan
Dia mencipta manusia
Dia memberi harta serta kasih sayang
memberi raga dan jiwa
juga agama

Tuhan memang satu
Hanya manusia menganggap lebih
manusia ini ber-Tuhan yang ini
yang satu itu berlainan
manusia yang mau

Tuhan
tak mungkin manusia tahu siapa Dia
tak harus jadi diri-Nya
untuk tahu pikiran-Nya
jadilah saja makhluk yang baik

Surga pun neraka
tak boleh dilihat sebagai ancaman
ataupun rayuan
Tuhan tak begitu
Dialah Maha Penyayang

Tuhan diakui dalam agama
dan biarkanlah mereka yang tak punya
toh mereka masihlah ciptaan-Nya
dan pasti kita pulang kepada-Nya

Minggu, 18 November 2012

#Puisi Hujan (yang Kesekian Kali)

Hujan menerangkan betapa jauhnya kita. Betapa dinginnya hawa yang menyelimutiku, mengingatkan jauhnya dikau. Hujan adalah dinding yang memisahkan kita.

Hujan akan mengiringimu salamku. Mengirimkan salam hangat. Hujan merupakan perantara salam hangatku padamu.

Senin, 12 November 2012

#Esai SOAL UANG BEASISWA

Ketika uang beasiswa belum juga digelontorkan, apa yang akan terjadi kemudian? Apa yang akan dilakukan mahasiswa penerimanya?

Awal tahun 2012 bisa jadi merupakan tahun kelam bagi mahasiswa penyandang beasiswa ini. Mengapa? Karena sudah dua bulan lebih tak menerima uang beasiswa itu padahal, uang beasiswa itu benar-benar dinantikan kedatangannya. Tak lain dan tak bukan karena uang itu sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mahasiswa penerimanya, terutama kebutuhan perut berupa makan.

Kalau sudah begitu maka bermacam-macamlah reaksi yang datang dari para penyandang beasiswa itu. Ada berbagai macam omongan keluar dari mulut mahasiswa yang kadung stres karena belum menerima satu sen pun uang beasiswanya. Maka munculah opini, desas-desus, dan pendapat yang bermacam-macam dalam berbagai parodi dan anekdot. Semua macam reaksi tersebut terbit di media sosial seperti facebook dan twitter selain di forum tak resmi seperti di dalam perkumpulan mahasiswa di kosan. Belum beranilah para mahasiswa ini menyelenggarakan sebuah forum resmi yang secara khusus membicarakan masalah ini.

Karena saat ini sedang hebohnya kasus sang mantan puteri indonesia Angelina Sondakh yang terkait korupsi wisma atlet itu. Belum diturunkannya duit beasiswa ini dihubungkan dengan kasus mbak Angie ini. Maka, dibuatlah isu bahwa uang yang seharusnya disalurkan sebagai beasiswa sedang digunakan untuk menyelesaikan kasus puteri indonesia itu. Ada-ada saja.

Atau hal ini dihubungkan juga dengan pembangunan gedung rektorat universitas yang sudah hampir 100% selesai. Maka jadilah sebuah kelakar yang menyebutkan bahwa uang untuk beasiswa mahasiswa ini dipakai dulu untuk pembangunan gedung yang dimaksud. Bisa saja memang, tapi apa iya? Tentu tak mungkin pasti benar. Namanya juga parodi dan anekdot. Maklumlah, mahasiswa yang sudah tak sabar ingin segera memegang uang dalam jumlah banyak (jatah tiga bulan) bisa saja berpikiran macam-macam. Hal ini tentunya sangat dipengaruhi oleh sifat mahasiswa yang bebas berpikir kritis. Sesuatu yang bisa membuat pecahnya gelak tawa dan menyunggingkan senyuman pengusir stres karena kuliah dan kegiatan kemahasiswaan lainnya.