Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Mei 2013

Rupa Cinta

I. BUNGA

Jika cinta adalah mawar
maka cinta berwarna merah darah
menarik perhatian enak dipandang
Tetapi juga berduri, berbahaya

Jika cinta adalah tulip
cinta bersemi di bulan Mei
ada di mana-mana
dan banyak tiruannya

Jika cinta adalah dandelion
maka cinta berwarna putih
seringan bulir sporanya
terbang terbawa angin
bisa tumbuh di mana saja

Jika cinta adalah bunga matahari
cinta terang berwarna emas
menarik perhatian banyak kumbang
cinta besar dan rapuh

Selasa, 23 April 2013

Cinta? Rindu? Dendam?

Jika pada awalnya aku tolak dia yang menginginkanku lalu setelah berpisah aku jadi berbalik berusaha mengejarnya, apakah aku mencntainya? Oleh karena itu aku berkeinginan mengiriminya pesan singkat dan aku takut dia tak mau membaca pesan yang kukirimkan, apakah ini rindu? Aku mengharapkan kehadiran sosoknya di sisiku saat ini, ingin datang padanya tak peduli luka yang dulu ia berikan: Apakah ini rasanya? Ketika dulu kubersamanya pernah kumerasa tersakiti. Ketika kutanyakan "Apakah kau mencintaiku?" Dia sama sekali tak.punya jawaban. Dia hanya memiliki nafsu. Dia hanya menginginkan sesuatu yang konkret tak abstrak seperti cinta. Aku sakit hati. Kali ini aku rela memberikan apa yang kupunya demi cintaku padanya. Walaupun dia tak punya apa yang kuminta. Dia tak sanggup berikan sesuatu yang kumau. Dia tak punya cinta yang abstrak itu. Ah, menderitanya aku. Dia hanya ingin have fun. Baginya aku adalah mainan. Baginya cinta tak nyata. Baginya dunia adalah tempat bersenang-senang. Apakah aku harus meyakinkan dirinya bahwa aku harus dicintai? Atau haruskah aku membalaskan dendam karena aku pernah sakit hati karena dia?

Kamis, 29 November 2012

#Puisi 27 November 2012

(1) Kutulis surat sepucuk. Kubaca berita sepenggal. Kulipat kertas secarik. Kurangkai bunga bertangkai. Kuucap kata sepatah.

(2) Kuminum anggur segelas. Kumakan semangka sepotong. Kucinta engkau seorang. Kutangkap burung seekor. Kuracik ramuan sekuali.

(3) Kuhirup udara sehelaan. Kulihat bintang sekerlip. Kupandang matamu sekedipan. Kubawa pisang setandan. Kubunuh lalat seekor.

(4) Kuucap cinta sekata. Kupanggil namamu beribu kali. Kuselami lautan ratusan kali. Kuhabiskan sisa umurku denganmu. Itu yang kumau.

Langit malam sekali kelam. Langit siang panas menggarang. Cahaya menghilang hujan datang. Membawa luka dan kasih sayang.

Cahaya gemintang bersinar terang. Tetiba awan bergulung mencuri gunung. Gegara itulah bulan tertelan. Membawa malam seolah tenggelam.

Kupinta mati tuan tak beri. Kupinta harta tuan tak beri serta merta. Kupinta berhenti tuhan malah terus memberi. Ah tuan baik sekali.

I am left alone, you're gone. I'm perished twice. I'd say if I want. I didn't want be nice. If it's cracked my bone while you notice.

Rabu, 14 November 2012

#Puisi NAMA CINTA

Demi dewa dewi Yunani yang diturunkan tahtanya dari langit ke gunung Olympus, aku menginginkanmu sampai kau mampus.

Jika aku adalah penentang Zeus, di zaman itu aku akan disambar petirnya sampai hangus.

Aku harus bertahan dalam perang melawan dewa, sampai ragaku tak lagi berjiwa.

Entah ke mana cinta harus ku bawa, atau perasan lain dalam hati ke pada engkau yang jumawa.

Rasa ingin memilikimu ku bawa dari taman ke taman, melalui berbagai waktu dari zaman ke zaman.

Memilikimu seperti menanam mawar berduri di sebuah taman, memberikan rerumputan hijau seorang teman.

Pastilah kau tahu, Homer si penulis Illiad dan Oedipus itu, ah, namaku tak tertulis di situ.

Benar namamu terpahat di sisi hatiku, lalu aku bertanya: "Apakah namaku tercoret di dadamu?"