Tampilkan postingan dengan label Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hati. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 September 2013

#Lirik: Melly Goeslaw - Dalam Hening Hati

Dalam hening hati ku tertegun dengan lamunku
Menikmati semua rasa hati bertabur rindu
Di kehidupan ada cinta yang terus berkembang
Sepertinya dunia penuh warna

Dalam rentan jiwa kutelusuri arti cinta
Melintas namamu dalam rinduku takut sepi
Seperti ku tidur dalam jerami tak terurus
Lenyapkan semua tanda tanya

Begitu kurasa berbeda setelah cinta ini kau sentuh
Dunia yang dulu sepi kini t'lah berubah
Bersamamu sangat berarti, tak ingin kubuang rasa ini
Kuturuti semua kehendak di hatiku

http://m.kapanlagi.com/lirik/artis/melly_goeslaw/dalam_hening_hati/

Jumat, 21 Desember 2012

Mengapa Harus Begini?

I

Mengapa aku begini?

melakukan semua ini

menjadi seperti ini

mengapa aku begini?

merasakan pedih tak terperi

oh, menjadi sesuatu yang tak kuduga

tak harus menunggu uga

tuk tahu dan meraba-raba

apa yang telah kuperbuat?

apa yang sedang kulakukan?

entah apa yang akan terjadi?

aku begini, jadi begini

karena begitu, terjadi demikian

kupikirkan, kupikirkan

kulakukan, kulakukan

namun tak terselesaikan

dunia masih seperti ini

dunia masih serupa lama

dunia masih sama saja

entah apa yang kupikirkan

entah apa yang kan terjadi

II

mengapa masih begini?

mengapa tak terjadi demikian?

aku bertanya, aku berpkir keras

aku bertanya aku bertanya

terus menerus dan semakin keras

aku bertanya kembali bertanya

mengapa demikian adanya

mengapa terjadi begitu keras

menghantamku dengan pukulan keras

lebih dari hujan yang jatuh tak pelan

menamparku tepat dipipiku

III

tak kumengerti lagi

bagaimana dunia seperti dulu lagi

beribu kata ribuan kata kuucap

tak seberapa banyak yang mengecap

kutahu kamu pun tahu

siapa aku siapa kamu

siapa kita siapa aku?

dan, mengapa harus begini?

Kamis, 29 November 2012

#Puisi 27 November 2012

(1) Kutulis surat sepucuk. Kubaca berita sepenggal. Kulipat kertas secarik. Kurangkai bunga bertangkai. Kuucap kata sepatah.

(2) Kuminum anggur segelas. Kumakan semangka sepotong. Kucinta engkau seorang. Kutangkap burung seekor. Kuracik ramuan sekuali.

(3) Kuhirup udara sehelaan. Kulihat bintang sekerlip. Kupandang matamu sekedipan. Kubawa pisang setandan. Kubunuh lalat seekor.

(4) Kuucap cinta sekata. Kupanggil namamu beribu kali. Kuselami lautan ratusan kali. Kuhabiskan sisa umurku denganmu. Itu yang kumau.

Langit malam sekali kelam. Langit siang panas menggarang. Cahaya menghilang hujan datang. Membawa luka dan kasih sayang.

Cahaya gemintang bersinar terang. Tetiba awan bergulung mencuri gunung. Gegara itulah bulan tertelan. Membawa malam seolah tenggelam.

Kupinta mati tuan tak beri. Kupinta harta tuan tak beri serta merta. Kupinta berhenti tuhan malah terus memberi. Ah tuan baik sekali.

I am left alone, you're gone. I'm perished twice. I'd say if I want. I didn't want be nice. If it's cracked my bone while you notice.

Rabu, 14 November 2012

#Puisi NAMA CINTA

Demi dewa dewi Yunani yang diturunkan tahtanya dari langit ke gunung Olympus, aku menginginkanmu sampai kau mampus.

Jika aku adalah penentang Zeus, di zaman itu aku akan disambar petirnya sampai hangus.

Aku harus bertahan dalam perang melawan dewa, sampai ragaku tak lagi berjiwa.

Entah ke mana cinta harus ku bawa, atau perasan lain dalam hati ke pada engkau yang jumawa.

Rasa ingin memilikimu ku bawa dari taman ke taman, melalui berbagai waktu dari zaman ke zaman.

Memilikimu seperti menanam mawar berduri di sebuah taman, memberikan rerumputan hijau seorang teman.

Pastilah kau tahu, Homer si penulis Illiad dan Oedipus itu, ah, namaku tak tertulis di situ.

Benar namamu terpahat di sisi hatiku, lalu aku bertanya: "Apakah namaku tercoret di dadamu?"