Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Maret 2014

#Curhat: Saya dan Bahasa dan Kesusastraan

Saya akui telah mengalami kegagalan mempelajari bahasa (dan kesusastraan) asing (Arab dan Jerman) meskipun mengalami kemajuan dalam mempelajari bahasa dan kesusastraan Inggris (secara sukarela, belum terujikan secara formal/itas) dan sedang menyukai bahasa Prancis dengan gemar mendengarkan beberapa lagu dari Belgia. Oleh karena itu saya memutuskan untuk memusatkan pikiran untuk mempelajari bahasa dan kesusastraan Sunda dan Melayu/Indonesia (secara sukarela) dengan menulis puisi dan cerita pendek (serta roman dan novel) dan akan mencoba untuk mengirimkannya ke media masa dan penerbit lokal dan nasional atau menerbitkannya sendiri.
Langkah yang saya ambil ini akan sesuai dengan perkataan Dewi Lestari dalam novelnya yang berjudul "Perahu Kertas" melalui tokoh Keenan seperti berikut ini dengan sedikit perubahan: "Berputar menjadi sesuatu yang lain yang bukan diri sendiri untuk menjadi sesuatu yang benar-benar adalah diri yang sesungguhnya."

Selasa, 18 Februari 2014

Beda Kawin dan Nikah Menurut KBBI

1ka·win 1 v membentuk keluarga dng lawan jenis; bersuami atau beristri; menikah: ia -- dng anak kepala kampung; 2 v melakukan hubungan kelamin; berkelamin (untuk hewan); 3 v cak bersetubuh: -- sudah, menikah belum; 4 n perkawinan;
-- acak Tern keadaan yg memungkinkan terjadinya perkawinan antara jantan dan betina dewasa secara acak; -- amanua kawin masuk; -- angkat bapak perkawinan antara seorang wanita yg sedang hamil di luar perkawinan yg sah dan seorang pemuda yg bersedia mengawini wanita itu, kadang-kadang dng bayaran atau upah; -- bantu perkawinan antarhewan jantan; -- batin perkawinan yg tidak disahkan oleh penghulu; -- belis perkawinan dng istri pindah ke rumah suami dan menjadi anggota kerabat suaminya; -- campur Sos perkawinan di antara dua pihak yg berbeda agama, kebudayaan, golongan, atau suku bangsa; -- gantung 1 perkawinan yg sudah sah, tetapi suami dan istri belum boleh serumah (masih tinggal di rumah masing-masing); 2 perkawinan yg belum diresmikan penuh (pengesahannya ditunda setelah dewasa); -- kantor perkawinan yg dilaksanakan di kantor catatan sipil; -- kontrak kawin berjangka; -- lari perkawinan dng cara melarikan gadis yg akan dikawininya dng persetujuan gadis itu untuk menghindarkan diri dr tata cara adat yg dianggap berlarut-larut dan memakan biaya yg terlalu mahal; -- liwat kawin angkat bapak; -- masuk perkawinan dng suami memasuki rumah tangga keluarga istri; -- mutah Isl perkawinan yg berdasarkan perjanjian dl jangka waktu tertentu (yg dilarang dl agama); -- roko 1 kawin lari yg dilakukan atas dasar kemauan bersama untuk menutup rasa malu krn calon pengantin laki-laki tidak mampu memberikan maskawin; 2 kawin lari yg dilakukan atas dasar kemauan calon suami dan calon istri krn orang tua si gadis tidak menyetujuinya; -- sirih pinang bentuk perkawinan dng cara suami tinggal di tempat orang tua istri dan membantu pekerjaan orang tua itu sampai mahar yg harus dibayarnya dapat dilunasi (di Timor); -- sumbang perkawinan antara kerabat terdekat yg tidak diizinkan oleh hukum, adat, atau agama; -- suntik Tern pembenihan dng jalan memasukkan benih jantan (sperma) ke dl vagina dng menggunakan (dng bantuan) alat suntik (tidak melalui hubungan seksual); inseminasi; -- tambahan kawin angkat bapak (di Jawa Barat); -- tukar gadis Antr adat perkawinan yg menuntut seorang pria yg melamar seorang wanita menyediakan seorang saudara wanita dr kerabatnya sendiri untuk dikawinkan dng seorang pria dr kerabat calon istrinya;
ka·win-ma·win n 1 berbagai-bagai urusan perjodohan (pernikahan); 2 pertalian (sanak) krn perjodohan (perkawinan dsb);
ber·ka·win v menikah: sukakah Tuan Putri ~ dng hamba;
me·nga·win v kawin; mengawinkan;
me·nga·wini v mengambil sbg istri; memperistri: perkawinan ganda telah membuat ruwetnya hubungan dua keluarga krn dua orang bersaudara telah ~ seorang ibu dan anaknya secara serentak;
me·nga·win·kan v 1 menyatukan dua orang lain jenis menjadi suami istri; menikahkan; 2 mempertemukan binatang (tumbuhan) yg berlainan jenis untuk mengembangbiakkannya; 3 ki memadukan (mengombinasikan) dua hal untuk mencapai sesuatu yg baik: rapat bersetuju ~ kedua pendapat itu sehingga tercapai kesimpulan yg baik;
per·ka·win·an n 1 perihal (urusan dsb) kawin; pernikahan; 2 pertemuan hewan jantan dan betina secara seksual;
~ tempat mati, pb perkawinan yg sungguh-sungguh dilakukan sesuai dng cita-cita hidup berumah tangga yg bahagia;
~ campuran kawin campur; ~ levirat perkawinan antara seorang janda dng saudara kandung bekas suaminya yg telah meninggal dunia berdasarkan adat-istiadat yg berlaku dl masyarakat yg bersangkutan; ~ sekerabat perkawinan yg dilakukan di antara individu yg masih ada pertalian darah; ~ tungku perkawinan antara pemuda dan anak gadis dr saudara laki-laki ibunya (di Flores);
pe·nga·win·an n proses, cara, perbuatan mempertemukan (binatang, tumbuh-tumbuhan, dsb) yg berlainan jenis untuk mengembangbiakkannya

ni·kah n ikatan (akad) perkawinan yg dilakukan sesuai dng ketentuan hukum dan ajaran agama: hidup sbg suami istri tanpa -- merupakan pelanggaran thd agama; -- fasid Isl pernikahan yg tidak dapat dilangsungkan atau disahkan krn perbedaan agama, calon istri dl idah, muhrim, dsb yg melanggar aturan perkawinan dl Islam; -- gantung nikah yg dilakukan sesuai dng syarak (terutama dl agama Islam), tetapi belum diresmikan oleh petugas yg berwenang (suami istri belum tinggal serumah); -- sigar Isl pernikahan dng cara tukar-menukar calon istri di antara para wali untuk dinikahkan dng calon suami yg telah disepakati atau untuk dirinya masing-masing dng suatu perjanjian tanpa mahar, hukumnya haram; -- siri pernikahan yg hanya disaksikan oleh seorang modin dan saksi, tidak melalui Kantor Urusan Agama, menurut agama Islam sudah sah; -- tahlil pernikahan yg dilakukan oleh orang ketiga untuk menghalalkan bekas suami yg telah menjatuhkan talak tiga untuk kembali kpd bekas istrinya; me·ni·kah v melakukan nikah; kawin: ia akan ~ dng seorang guru; me·ni·kahi v mengambil sbg istri; mengawini: aku mau ~ nya; me·ni·kah·kan v 1 menjadikan bersuami (beristri); mengawinkan: ia ~ anak perempuannya dng seorang dokter muda; 2 mengadakan upacara pernikahan untuk: Pak Camat akan ~ anaknya pd akhir bulan ini; per·ni·kah·an n 1 hal (perbuatan) nikah; 2 upacara nikah: dia akan menghadiri ~ saudaranya Sent from KBBI for Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=yuku.kbbiandroid

Rabu, 12 Februari 2014

Gunakanlah Bahasa Indonesia

Jika sebuah istilah memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia maka gunakanlah. Apabila hendak ditulis tetap dalam bahasa asing mohon beri tanda (misal tanda "..." dan -) untuk memisahkannya dengan imbuhan dan kata ganti dari bahasa Indonesia.

Jumat, 24 Januari 2014

Belajar Bahasa Asing: Malu Kalau Tak Jago Dulu Bahasa Ibu

Sebagai seorang mahasiswa jurusan bahasa dan sastra Jerman, saya tidak malu apabila kemampuan bahasa asing itu di bawah standar.
Saya justru sangat malu apabila tak bisa menemukan padanan yang tepat dalam bahasa Indonesai untuk sebuah istilah asing yang sedang dijelaskan dosen.
Ketidaktahuan istilah padanan itu justru menjadi bukti kegagalan saya menjadi orang "pemilik rumah" bernama Indonesia.
Seperti kata Anggun: "Ketika saya bercermin, yang saya lihat tuh bukan siapa-siapa lagi tapi orang Indonesia." Saya sendiri selalu melihat seseorang yang lebih tua dari pada Indonesia ada dalam diri saya: Ki Sunda.
Sehingga, ketika ada sebuah istilah asing dilontarkan ke depan muka saya, yang pertama kali dicari adalah padanan istilah bahasa Sunda-nya apa baru kemudian mencari istilah bahasa Indonesia-nya.
Misalnya adik saya yang masih duduk di kelas 5 SD bertanya tentang arti sebuah kata bahasa Inggris, saya akan terlebih dahulu beritahukan padanannya dalam bahasa Sunda.
Karena yang ingin saya tekankan adalah sebelum mempelajari bahasa asing, pahami dulu bahasa ibu (dan bahasa nasional) supaya tidak terjadi yang namanya kegalauan bahasa. Bahasa ibu itu berguna menjadi fondasi landasan kerangka berpikir utama.

Selasa, 26 November 2013

#KBBI: Upacara

upa·ca·ra n 1 tanda-tanda kebesaran (spt payung kerajaan): dayang-dayang mengiringkan raja, masing-masing membawa --; 2 peralatan (menurut adat-istiadat); rangkaian tindakan atau perbuatan yg terikat pd aturan tertentu menurut adat atau agama: -- perkawinan dilakukan secara sederhana; 3 perbuatan atau perayaan yg dilakukan atau diadakan sehubungan dng peristiwa penting (spt pelantikan pejabat, pembukaan gedung baru): -- peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia; -- pelantikan bupati; -- peresmian pabrik pupuk yg baru; -- adat upacara yg berhubungan dng adat suatu masyarakat; -- bendera upacara resmi secara militer yg dilakukan oleh instansi pemerintah pd setiap tanggal 17 dan pada hari-hari nasional, disertai penaikan bendera Sang Merah Putih (pd masa pemerintahan Orde Baru); -- inisiasi upacara perayaan saat seorang anak meninggalkan masa muda dan menginjak masa dewasa; -- kenegaraan upacara yg bersifat resmi, dilakukan oleh Pemerintah Pusat, berhubungan dng peristiwa penting yg menyangkut negara: almarhum dimakamkan di taman pahlawan dng -- kenegaraan; -- lingkaran hidup upacara yg diselenggarakan pd peristiwa penting sepanjang riwayat hidup seseorang; -- menari upacara dng menarikan tarian suci; -- panggih upacara mempertemukan secara resmi pengantin pria dan wanita (dl upacara perkawinan); -- penyucian diri upacara yg diadakan untuk membersihkan diri dr dosa, malapetaka, dan nasib sial Sent from KBBI for Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=yuku.kbbiandroid

Minggu, 10 November 2013

#KamusDroid: Spike

spike : kb. paku besar. s. heal tumit tajam. -spikes j. 1 memaku (boards together). 2 menghentikan (a rumor, escape). 3 Inf.: membubuhi alkohol (a drink) #kamusdroid

Minggu, 08 September 2013

#BahasaIndonesia Penggunaan "di" sebagai Kata Depan dan Imbuhan

Saya beritahukan bahwa ada banyak dari Anda yang tidak bisa membedakan penggunaan "di" sebagai kata depan dan imbuhan.
• "di" sebagai kata depan; rumusnya: di + keterangan tempat.
Contoh: di atas, di rumah, di sekolah.
• "di" sebagai imbuhan; di + kata kerja, makna pasif.
Contoh: dibeli, dimakan, ditinggalkan, dilihat, dimanfaatkan.
Apa yang membedakan keduanya? Sebagai kata depan ditulis terpisah, sedangkan saat menjadi imbuhan disambungkan dengan kata kerjanya.
Kesalahan paling sering ditemukan di media sosial yaitu digunakan sebagai imbuhan tapi ditulis terpisah dari kata kerja yang mengikutinya.

Sabtu, 06 April 2013

Dua Arti Kata "Badai"

Berikut adalah dua pemgertian yang berbeda dari kata "badai" berdasatkan KBBI. Kemungkinan besar kata "badai" di pengertian kedua merupakan kosakata yang digunakan luas dalam bahasa Malaysia saat ini dan tidak dalam bahasa Indonesia.
1ba·dai n angin kencang yg menyertai cuaca buruk (yg datang dng tiba-tiba) berkecepatan sekitar 64—72 knot; topan: kampung nelayan itu hancur diserang --;
-- debu badai yg disertai debu di udara dl daerah yg luas; -- es badai yg disertai jatuhan air beku (es); badai perak; -- guntur Met 1 badai lokal yg ditimbulkan oleh awan kumulonimbus dan selalu disertai dng kilat dan guntur; 2 pelepasan muatan listrik secara mendadak di udara satu kali atau lebih yg ditandai dng kilatan cahaya dan disertai bunyi guntur; -- guntur konvektif Met badai guntur yg disebabkan oleh proses konveksi udara; -- perak badai es; -- salju badai yg kadang-kadang bercampur kristal es yg diterbangkan angin dan yg mengakibatkan pemandangan menjadi terhalang; -- tropis Met siklon tropis yg intensitasnya kurang kuat;
ber·ba·dai v disertai badai: hujan lebat - melanda pulau itu;
mem·ba·dai v 1 bertiup kencang (tt angin): angin - semalaman; 2 bagaikan badai; menghebat: serangan yg - telah mengobrak-abrik pertahanan lawan; 3 kl terbang tinggi: - burung atas langit, merendah diharap jangan

2ba·dai, ter·ba·dai v 1 terbaring menelentang; tersadai: telah lama Baginda - di peraduannya; 2 terdampar; terserampang: perahu itu - di muara

Rabu, 03 April 2013

Kosa Kata Bahasa Indonesia: "Capai"

Cermati dua pengertian kata "capai" berikut:
1ca·pai v, men·ca·pai v 1 hendak memegang (dng mengulurkan tangan, belalai, dsb): anak kecil itu mengulurkan tangan hendak ~ stoples di atas meja; ibarat si cebol hendak ~ bulan; 2 sampai (ke): pd keesokan harinya barulah mereka ~ Yogya; beliau hampir ~ usia seratus tahun; 3 menyampaikan (maksud, tujuan, cita-cita, dsb): untuk ~ tujuan itu kita harus bersatu dan berani berkorban; 4 memperoleh (mendapat) sesuatu dng usaha: ia ~ hasil yg memuaskan;
ter·ca·pai v dapat dicapai (dijangkau, diperoleh); terlaksana; terjangkau;
ca·pai·an n hasil perbuatan mencapai: ia dinilai sangat mengagumkan pertumbuhan usahanya ditambah lagi ~ teknologinya yg andal;
pen·ca·pai n sesuatu (benda, sarana) yg dapat dipergunakan untuk mencapai (memperoleh) sesuatu;
pen·ca·pai·an n proses, cara, perbuatan mencapai;
se·pen·ca·pai v sejauh tangan mencapai; sejangkau
2ca·pai a lelah; letih;
ke·ca·pai·an a 1 merasa sangat capai (lelah, letih); kelelahan; keletihan: mereka menggeletak ~ krn terlalu lama berjalan; 2 perasaan sangat capai
Sent from KBBI for Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=yuku.kbbiandroid

Bentukan Istilah dalam Bahasa Indonesia: Perbandingan

Lebih sedikit: menginginkan atau mendapatkan sedikit kelebihan tambahan dari yang seharusnya
Lebih banyak: menginginkan atau mendapatkan banyak kelebihan tambahan dari yang seharusnya
Sedikit lebih banyak: menginginkan atau mendapatkan sedikit lagi tambahan setelah diberikan tambahan sebelumnya
Lebih banyak sedikit: menginginkan atau mendapatkan banyak lagi tambahan setelah diberikan tambahan sebelumnya
Kurang dari: bernilai di bawah benda lain yang sedang diperbandingkan
Lebih dari: bernilai di atas benda lain yang sedang diperbandingkan

Kamis, 21 Februari 2013

Prank | Possen | Jahil | Heureuy; Twitter

a
#Prank #English
Q: Hello, what is your name?
A: Hi, my name is Tweeps.

#Possen #Deutsch
F: Halo, wie heißt du?
A: Hai, Ich heiße Tweeps.

#Jahil #Indonesia
T: Hai, siapa namamu?
J: Hai, nama saya Tweeps.

#Heureuy #Sunda
N: Sampurasun, wasta anjeun?
W: Rampés, simabdi Tweeps.

b
#Prank #English
Q: Where do you come from?
A: I come from Tweeterland.

#Possen #Deutsch
F: Woher kommst du?
A: Ich komme aus Tweeterland.

#Jahil #BahasaIndonesia
T: Kamu dari mana?
J: Dari Negara Twitter

#Heureuy #BasaSunda
N: Anjeun ti mana?
W: Ti Nagara Twitter

c
#Prank #English
Q: Where do you live?
A: I live in Timeline.

#Possen #Deutsch
F: Wo wohnst du?
A: Ich wohne in der Zeitslinie.

#Jahil #BahasaIndonesia
T: Tinggal di mana?
J: Tinggal di Lini Masa.

#Heueruy #BasaSunda
N: Cicing di mana?
W: Di Garis Waktos.

d
#Prank #English
Q: And what are you doing now?
A: I am tweeting.

#Possen #Deutsch
F: Und was machst du jetzt?
A: Ich tweete eigentlich.

#Jahil #BahasaIndonesia
T: Sedang apa sekarang?
J: Tweeteran.

#Heureuy #BasaSunda
N: Ayeuna keur naon?
W: Tweeteran.

Notes | Notice | Catatan | Catétatan
#English Q = Question; A = Answer
#Deutsch F = Frage; A = Antwort
#BahasaIndonesia T = Tanya; J = Jawab
#BasaSunda N = Naros; W = Waler

Minggu, 13 Januari 2013

Bahasa Indonesia menjadi Bahasa Internasional?

Bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional? Apa mungkin? Bisakah? Bilamana? Inilah diskusi yang saya ikuti di sebuah grup di facebook. Bagaimana pemikiran Anda?

Grup Facebook Faktabahasa!

Molana Yusditira Bagaskara > Faktabahasa!
gimana pendapat kalian kalo bhs indonesia jd bhs international n kalian pengen gk sih bhs kita jd bhs international..??
11 jam yang lalu · Laporkan Batal Suka · Berhenti Mengikuti Kiriman Dilihat oleh 42
Anda dan Molana Yusditira Bagaskara menyukai ini.

Gladhys Elliona Syahutari
Berikut jawaban saya di Quora.com tentang pertanyaan yang sama:
Indonesia is a very influential country
in Southeast Asia region, so I have no doubt on Bahasa Indonesia will go, at least, regional, but again, with limited purpose but maybe not for education or became second language.
I know that some people in countries that got a lot of Indonesian tourists started to learn Bahasa Indonesia, just for tourism purpose obviously.
Besides, the case like decreasing interest of learning Bahasa Indonesia in Australian high school or Indonesian youth pessimism and lack of appreciation of their language will limit the development of Bahasa Indonesia itself to be a more popular language.
As an Indonesian, I am quite satisfied to have Bahasa Indonesia not as an international language because Bahasa Indonesia is a very essential unifying element for Indonesian various ethnic groups and yes, for the near future, it is not yet important to be an international language. But if Indonesia became a greater country in the future, who knows?
11 jam yang lalu · Batal Suka · 7

Sodikin Gross
Tak mungkin bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional jika penduduk Indonesia sendiri tidak mencintai, memahami, dan menggunakannya dengan baik dan benar di tanah airnya sendiri. Jika pengguna asli bahasa Indonesia sudah hirau terhadap bahasanya maka, bukan tak mungkin suatu saat di masa depan bahasa Indonesia menjdi bahasa
Internasional.
11 jam yang lalu · Suka · 5 · Sunting

Yosinta Here
berharapnya sih bisa.. tp menurut berita yang saya baca, peminat bahasa indo di australia sj menurun karena sudah banyak orang2 indo yang bisa menggunakan bhs inggris dan menggunakan bahasa inggris tsb di negara sendiri~
10 jam yang lalu · Batal Suka · 2

Sodikin Gross
Mba Yosinta Here, itulah masalah yang kita hadapi. Kembali lagi pada pernyataan saya sebelumnya 'menjadi sesuatu hal yang mustahil bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional
sedangkan penggunanya sendiri acuh tak acuh terhadap bahasanya."
10 jam yang lalu · Suka · 1 · Sunting

Yosinta Here
seharusnya kita bisa belajar dari negara prancis dan korea yang sangat bangga dengan bahasanya, mereka tak mau menggunakan bahasa asing di dalam negaranya sendiri ><
10 jam yang lalu · Batal Suka · 2

Sodikin Gross
Iya betul mbak Yosinta Here. Jepang bahkan bisa maju dengan terus-menerus mengutamakan bahasa dan kebudayaan milik mereka sendiri yang telah diturunkan bergenerasi-generasi
dan bisa menyandingkannya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi barat.
Asal jangan seperti Jerman di masa
Perang Dunia Ke-2 yang terlalu bangga akan bangsanya sehingga dihancurkan oleh pemenang perang.
10 jam yang lalu · Suka · 1 · Sunting

Molana Yusditira Bagaskara
ayo semuanya pd optimis donk kalau bhs indonesia bs jd bhs international dgn mencintai, selalu menggunakan bhs indonesia & tidak merusak bhs indonesia, tp gak ada salahnya jg kita mempelajari bhs lainnya.. :) Selain itu
kita jg bs mengenalkan & mempopulerkan nama indonesia di kancah dunia dgn "prestasi". Dgn begitu secara otomatis banyak negara menyegani indonesia serta mempelajari banyak hal tentang indonesia termasuk bahasanya. Tidak ada kata "tidak mungkin" jika kita mau berusaha, tuhan tidak tidur, tuhan selalu mendengar & memantau semua usaha para hambanya. kan enak kalo bhs kita jd bhs dunia :D
NUHUN...
6 jam yang lalu · Suka

Sodikin Gross
Sami-sami kang Molana Yusditira Bagaskara
4 jam yang lalu · Suka · Sunting

Molana Yusditira Bagaskara
:)
4 jam yang lalu · Suka

Ahmad Bhumi Nalaputra
Jangan patah semangat. 100 tahun yang lalu di Hindia Belanda (sekarang Indonesia), ide bahwa ada bahasa nasional yang bisa dituturkan oleh semua penduduk dari sabang sampai merauke adalah ide yang konyol. Nyatanya sekarang?
2 jam yang lalu · Telah disunting · Suka · 1

Sodikin Gross
Tetapi jangan sampai terwujudnya ide tersebut menghilangkan identitas bangsa Indonesia yang sesungguhnya: Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetap satu jua. Jangan sampai akar
budaya daerah (terutama bahasanya) hilang. Kekayaan kita berasal dari perbedaan suku bangsa dalam satu wadah besar bangsa Indonesia.
Baru saja · Suka · Sunting

13  Januari  2013 23:45