(1) Rék disidik ditilik ti palebah mana waé ogé Indonésia mah nagara nu dipakaseurieun: Wilayah lautna lega pisan tapi jadi nagara agraris.
(2) Geus jadi nagara nu maju dina widang pertanian terus hayang jadi nagara industri pabrik. Kaciri pisan hayang diseungseurikeina téh.
(3) Lautna lega teu kaala. Taneuhna subur teu matak rahayatna makmur. Nyieun pabrik rahayatna ceurik. Sagala rupa hésé, sagala kéré.
(4) Lauk teu bisa ngala sorangan. Sangu teu bisa melak sorangan. Pakakas hirup sapopoé teu bisa ngarakit sorangan. Naon atuh nu dipikabisa?
(5) Sagala rupa meunang meuli. Pakakas meuli ti luar negeri. Béas meunang meuli ti tatangga. Nepi ka uyah gé meuli. Ari duitna nginjeum.
(6) Saéstuna Indonesia téh masih aya dina jaman penjajahan. Mung ayeuna geus jadi nagara merdika ogé dijajah dina perkara ékonomi politik.
Selasa, 14 Mei 2013
Indonesia Nagara nu Pikaseurieun
Senin, 13 Mei 2013
Dicutat Tina "Baruang Ka Nu Ngarora": Papatah Abdul Raup Ka Nyi Rapiah
Pikeun di manéh aya pisan jalan takabur téh, sabab nomer hiji indung-bapa lain jalma hina-hina teuing, kasebut ku nu séjén beunghar, diajénan, dihalormat; kadua manéh boga rupa hadé; katilu manéh ngarasa beunghar, duméh anak anu kaya; kaopat manéh boga rasa bedas, jagjag waringkas, kawantu eukeur ngora, buta tulang buta daging; kalima sakadar-kadar manéh ogé boga pangarti da ti bubudak ku kolot diwarah ngaji, dipapatahan digawé; kagenep duméh sok aya amal ibadah nurutan kolot, éta matak ogé ngadatangkeun katakaburan; ari katujuhna sanajan manéh lain nu jeneng, tapi ka batur sasama manéh diajénan, duméh nénjo ka kolotna. Tapi masing ngarti Nyai, éta tujuhanana euweuh anu pananggeuhan sabab teu aya pisan nu awét.
Sabtu, 04 Mei 2013
Rupa Cinta
I. BUNGA
Jika cinta adalah mawar
maka cinta berwarna merah darah
menarik perhatian enak dipandang
Tetapi juga berduri, berbahaya
Jika cinta adalah tulip
cinta bersemi di bulan Mei
ada di mana-mana
dan banyak tiruannya
Jika cinta adalah dandelion
maka cinta berwarna putih
seringan bulir sporanya
terbang terbawa angin
bisa tumbuh di mana saja
Jika cinta adalah bunga matahari
cinta terang berwarna emas
menarik perhatian banyak kumbang
cinta besar dan rapuh
Selasa, 23 April 2013
Pilih Android Mana? QWERTY atau Layar Lega atau Kamera Mumpuni?
Setahun Bersama Android
Setahun belakangan ini saya adalah seorang pengguna smartphone Android. Perangkat yang saya gunakan adalah produk Samsung tipe GT-S5360 alias Galaxy Y. Sebagai Android pertama yang saya gunakan, perangkat dengan diagonal layar tiga inchi ini tidaklah buruk. Nyaman digunakan karena kualitas pabrikan global sekelas perusahaan Korea sebesar Samsung tak perlu diragukan lagi.
Sejak tanggal 12 April 2012 saya melakukan segala hal bersama Galaxy Young ini. Bahkan menulis sebagian besar isi blog saya ini termasuk tulisan ini juga dilakukan menggunakan Android mungil ini. Meskipun seringkali terjadi typo karena ukuran layarnya yang mungil juga karena ukuran papan ketik yang menjadi kecil akibat dari ukuran layar yang diusung. Tapi tak mengapa, saya tetap bersyukur karena dengan Young ini saya belajar menjadi mastah (baca: master) Android amatiran. Alasannya saya sering menjawab pertanyaan seputar Android dengan tingkat kesukaran rendah hingga sedang di beberapa grup facebook. Saya memang aktif di dunia maya terutama twitter dan facebook di urutan ke dua. Heheh.
Smartphone Pilihan
FYI, sebelum saya menggunakan Android saya telah merasakan smartphone ber sistem operasi lain, yaitu Microsoft Windows Mobile bermerk Sony Ericsson tipe M1i Aspen. Perangkat touch and type berdiagonal layar 2.4 inchi dengan dukungan papan ketik QWERTY tersebut sangatlah nyaman digunakan. Begini-begini saya adalah penggemar berat handphone ber-QWERTY. Namun bukan penggemar Blackberry. Mengapa? Saya anggap fitur messenger seperti Blackberry Messenger atau yang lebih dikenal sebagai BBM bukanlah prioritas saya memilih menggunakan sebuah produk. Toh, sms masihlah tak bisa digantikan fungsinya oleh beragam aplikasi messenger sampai saat ini. Prioritas pertama adalah dukungan Office di perangkat tersebut. Saya sangat butuh hal itu karena saya suka menulis. Puisi, cerpen, curhat dan apa saja saya suka tulis. Ada proyek novel saya yang belum rampung sejak dimulai saat SMA sampai detik ini karena saya tak punya perangkat komputasi baik PC maupun laptop. Tak punya uang yang cukup untuk membelinya adalah alasan yang paling tak bisa diganggu gugat. Maka, pilihan dijatuhkan kepada perangkat smartphone agar satu perangkat bisa berfungsi banyak dengan pengeluaran sekecil-kecilnya (prinsip ekonomi).
Cinta Produk Saudara Jauh
Jika ditanya laptop merk apa yang saya inginkan maka, jawaban yang akan saya berikan adalah laptop merk SONY. Jika ada dananya sayapun pasti akan membeli smartphone bermerk SONY. Alasannya adalah menurut saya SONY merupakan perusahaan yang mengutamakan kualitas tinggi dalam setiap produknya sehingga berharga di atas rata-rata. Kalau begitu mengapa tidak Apple saja supaya lebih premium? Tidak, terimakasih. Apple adalah perusahaan yang memproduksi perangkat bersistem tertutup dan berharga sangat mahal. Untuk orang miskin seperti saya tak akan mampu memiliki produk Apple maupun SONY sejujurnya. Tetapi keduanya sebanding dan saya memilih SONY karena alasan "saudara jauh." Ingat SONY adalah perusahaan Jepang. Saya cinta produk Asia.
Smartphone Android Pengganti: QWERTY atau Kamera?
Karena sudah merasa bosan dengan perangkat Android yang saya gunakan selama lebih dari setahun ini maka, saya berpikir untuk membeli yang baru dan mengistirahatkan perangkat yang sedang dipegang saat ini. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya bahwa saya adalah penggemar ponsel ber-QWERTY supaya saya mudah dalam menuangkan ide ke dalam sebuah tulisan. Pilihan yang cocok ada pada Samsung Galaxy Chat, Android touch and type keluaran awal 2013. Minusnya ukuran diagonal layarnya sama dengan Young yaitu hanya 3 inchi. Lalu dari besaran megapixel kamera juga tak ada peningkatan yaitu dipertahankan 2 MP saja meskipun pada saat dibandingkan dengan kepunyaan teman saya kualitas gambar yang dihasilkan lebih jernih dan tidak blur daripada hasil kamera Galaxy Y milik saya. Besaran kecepatan CPU hanya berbeda sedikit saja (832 MHz pada Young berbanding 850 MHz pada Chat). Kapasitas RAM-pun demikian tipis bedanya, hanya berselisih 105 MB. Secara keseluruhan memang Chat lebih baik daripada pendahulunya yakni Young.
Tetapi dengan rentang harga yang sama (Rp1.200.000,- berdasarkan harga April 2013) tersedia Smartfren Andromax i dengan membawa fitur yang lebih menggiurkan: layar 4 inchi, CPU 1 GHz dualcore, RAM 512 MB, dengan dukungan kamera beresolusi besar 5 MP ditambah lagi dengan kamera depan beeukuran pixel 1,3 MP. Wow, menggoda sekali bukan? Cuma sayang sinyal CDMA menjadi pengganjal karena tak atau belum semua daerah ter-cover jaringan fixed seperti itu. Semakin mengecewakan karena mendukung dual SIM dual standby CDMA-GSM tetapi selain kartu GSM hanya bisa diaktifkan hanya apabila slot CDMA yang terkunci kartu bernomor smartfren diisi juga hanya mendukung jaringan 2G GPRS dan EDGE saja. Sayang sekali mengingat saya seperti kebanyakan orang Indonesia pada umumnya lebih senang memakai jasa operator GSM.
Jika anggaran dinaikan sedikit (tambah Rp200.000,- menjadi Rp1.400.000,-) saya bisa membeli SONY Xperia Tipo dengan fitur standar saja seperti layar hanya berukuran diagonal 3.2 inchi (lebih lebar 0,2 inchi dari Young), kamera 3 MP (tidak terlalu jauh), clockspeed CPU 800 MHz (di bawahnya), RAM 512 MB (lebih besar 163 MB dari Galaxy Y). Atau jika anggaran ditambah lagi menjadi lebih tinggi lagi hingga pas mentok di Rp2.000.000,- saya bisa mendapatkan SONY Xperia Miro dengan fitur lebih wah daripada Tipo tetapi dibawah Andromax-i: layar 3,5 inchi, kamera 5 MP dengan flash dan kamera depan VGA dan CPU serta RAM yang sama besarnya dengan milik Tipo. Tetapi sebenarnya di harga Rp1.600.000,- tersedia Smartfren Andromax-u dengan fitur lebih wah lagi: layar 4,5 inchi, kamera 8 MP tabpa flash dan kamera depan 2 MP, dualcore CPU 1,2 GHz ditambah RAM sebesar 768 MB. Dan saudara kandung i ini juga mengalami masalah yang sama pada sistem dual SIM-nya menurut sumber-sumber di grup facebook.
Akhir Kata: Jadi, Pilih yang Mana?
Wow, akhirnya pilihan ini memberatkan kepala juga. Android keluaran smartfren (dua-duanya) meskipun dengan spesifikasi hardware yang mumpuni adalah produk Cina yang dibundel dengan layanan telekomunikasi dan data CDMA smartfren. Agak trauma mengingat saya pernah menggunakan perangkat tablet Cina dan saya merasa kecewa dengan kinerjanya. Ditambah isu jaringan CDMA yang tidak merata. Sedangkan produk SONY terasa kemahalan bagi saya yang berkantong tipis. Apakah saya harus (lagi-lagi) produk Samsung dan kadung menjadi fanboy-nya dengan membelanjakan uang saya sebuah Samsung Galaxy Chat? Ini urusan selera, keinginan, dan kebutuhan yang berbenturan. Jadi, sementara masih pusing menimbang-nimbang pilihan dana amggaran belanja haruslah terlebih dahulu disiapkan. Syukur-syukur ada dana tambahan sehingga bisa membeli perangkat yang lebih canggih dan lebih mahal. Dan terimaksih sudah meluangkan waktu untuj membaca tulisan saya yang panjang ini yang masih harus disunting mengingat akan ada banyaknya typo akibat mengetik di leayar hape yang sempit.
Cinta? Rindu? Dendam?
Jika pada awalnya aku tolak dia yang menginginkanku lalu setelah berpisah aku jadi berbalik berusaha mengejarnya, apakah aku mencntainya? Oleh karena itu aku berkeinginan mengiriminya pesan singkat dan aku takut dia tak mau membaca pesan yang kukirimkan, apakah ini rindu? Aku mengharapkan kehadiran sosoknya di sisiku saat ini, ingin datang padanya tak peduli luka yang dulu ia berikan: Apakah ini rasanya? Ketika dulu kubersamanya pernah kumerasa tersakiti. Ketika kutanyakan "Apakah kau mencintaiku?" Dia sama sekali tak.punya jawaban. Dia hanya memiliki nafsu. Dia hanya menginginkan sesuatu yang konkret tak abstrak seperti cinta. Aku sakit hati. Kali ini aku rela memberikan apa yang kupunya demi cintaku padanya. Walaupun dia tak punya apa yang kuminta. Dia tak sanggup berikan sesuatu yang kumau. Dia tak punya cinta yang abstrak itu. Ah, menderitanya aku. Dia hanya ingin have fun. Baginya aku adalah mainan. Baginya cinta tak nyata. Baginya dunia adalah tempat bersenang-senang. Apakah aku harus meyakinkan dirinya bahwa aku harus dicintai? Atau haruskah aku membalaskan dendam karena aku pernah sakit hati karena dia?
Minggu, 21 April 2013
MENYIKAPI KEHIDUPAN DUNIA (Life is Beautiful)
AKU DIUJI ?
☆ QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Ankabut : 2-3 "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: 'Kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji lagi ? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
☞ KENAPA AKU TAK MENDAPAT APA YG AKU INGINKAN ?
☆ QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 216 "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.
☞ KENAPA UJIAN SEBERAT INI ?
☆ QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 286 "Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
☞ KENAPA FRUSTASI ?
☆ QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Imran : 139 "Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang2 yg paling tinggi derajatnya, jika kamu orang2 yg beriman.
☞ BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA ?
☆ QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 45 "Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk" Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah semata.
☞ APA YANG AKU DAPAT ?
☆ QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 111 "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang2 mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan SURGA/ jannah utk mereka"
☞ KEPADA SIAPA AKU BERHARAP ?
☆ QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 129 "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal.
☞ AKU TAK SANGGUP !!
☆ QURAN MENJAWAB :
Qs. Yusuf : 87 "Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir...
Jumat, 19 April 2013
#Puisi Di Pikiranku Saja
Berdiri aku
di atas tebing
jurang dalam menganga
terjal berbatu-batu
lautan menghampar sepanjang mata memandang
Aku terjun
nyawaku melayang
ragaku terbang
pikiranku hilang
Tubuhku terhempas
tersapu gelombang
diombang ombak
dibelai buih-buih lautan
Kemudian aku berbalik
lalu pulang
kejadian tadi
dalam pikiranku masih terbayang
Selasa, 16 April 2013
Tuhan (Sama? Bedakah?)
Tuhan
Tuhan!
Tuhan?
Tuhan.
Tuhan,
Tuhan mana yang kau maksudkan tuan?
Tuan,
Siapakah Tuhan Anda?
Apa sama Tuhanku dan Tuhanmu?
Apakah beda?
Siapa Tuhan?
Siapa Tuhan?
Mana Tuhan?
Apa Tuhan?
Tahukan tuan sekalian Tuhan?
Yang mana Tuhan sekalian?
Apakah kita ber-Tuhan yang sama?
Apa beda?
Samakah?
Bedakah?
Tuhan?
Tuhan!
Tuhan
Tuhan,
Tuhan.
Tuhan mana yang tuan maksudkan?
Esai: Adilkah Tuhan Itu?
Peringatan: Mungkin setelah membaca tulisan ini Anda akan berkata demikian: "Ah, ateis sekali penulisnya." Silahkan berpikir seperti itu. Anda tak mendapatkan larangan melakukannya.
Adilkah Tuhan? Diakah Sang Maha Adil? Saya seperti tak merasakannya. Saya seperti lupa bagaimana rasanya keadilan-Nya. Berdosakah saya berkata begini?
Masalahnya begini: setiap saya memiliki sebuah keinginan (memiliki laptop misalnya) seringkali hampir sangat lama dikabulkan Tuhan itu atau malah tak pernah tercapai. "Apakah itu terjadi karena ketidakadilan Tuhan?" Baiklah, bagaimana jika jawabannya diubah menjadi begini: "Itu semua karena Tuhan belum mengizinkan saya memilikinya." Dan saya bersikeras bahwa "Tuhan tidak adil!"
"Hey, mengapa Anda bersikeras bahwa Dia tak adil?" Anda bertanya seperti itu karena pengalaman saya adalah bukti ketidakadilan-Nya. Begini: saya sama sekali tak punya laptop atau komputer tetapi saya memiliki pengetahuan yang lebih mengenai alat elektronik tersebut dan Tuhan masih tidak mengizinkan saya memiliki sendiri alat tersebut. Maka, Tuhan tak adil. Dia membiarkan orang-orang yang mampu memiliki laptop-laptop itu bodoh dengan apa yang ada ditangannya. Tuhan tak adil karena melakukan kesalahan seperti itu.
Dengan pernyataan barusan saya tahu Anda menjadi berpikir bahwa saya betul-betul sombong dan bla-bla-bla sebagainya.
"Tapi bukankah dengan begitu Tuhan menjadi adil karena membiarkan orang-orang bodoh itu meminta bantuan kepada Anda?"
Ya, bisa jadi. Akhirnya saya tak mau berkata-kata lagi soal ini. Biarkanlah Tuhan adil atau tidak, biarkan saya diam untuk berpikir.
Wanita Keras Kepala (Surat Perpisahan)
Kamu wanita aku pria
Kamu pikir begitu aku pikir begini
Kamu bersikeras aku tak berkata apa-apa lagi
Kamu keras kepala aku diamkan saja
Kamu begini aku begitu saja
Biarkanmu melakukan apa saja sekehendakmu
Maka layaknya kamu kutingglkan
Biarkanmu berbuat semaumu tanpaku
Tanpaku, supaya kutak jadi resah dan serba salah
Supaya kamu bisa bebas dariku
Agar kutak terkekang olehmu
Aku ingin berpisah
Aku ingin bahagia tanpamu
Kuingin kau melepasku
Tanpa rasa bersalah
Tanpa bekas lekas bebas
Tanpa ragu aku tak lagi harus menunggumu
Tanpa perasaan bersalah kuingin tinggalkanmu
Tak perlu ada lagi pengorbanan dariku atau darimu
Tak perlu ada pihak yang terbebani
Ku tak ingin menjadi bebanmu
Ku tak mau membuatmu kesal olehku
Selamat tinggal selamat jalan
Semoga bahagia tanpaku
Semoga harimu menyenangkan tanpaku
Selamat berpisah
Aku dan kamu tak lagi berikatan
Maaf dan terima kasih