Kemampuan berbahasa Inggris saya memang belum seberapa baik meskipun sebenarnya sudah belajar secara formal selama lebih dari enam tahun yaitu selama tiga tahun di SMP dan tiga tahun di SMA. Sehingga secara formal saya sudah tak lagi belajar bahasa Inggris selama dua setengah tahun. Alhamdulilahnya tayangan iklan di tv, berbagai macam jenre video You Tube, perangkat smartphone yang saya gunakan serta segala hal di dunia maya yang berbahasa Inggris sedikit banyak mengasah kemampuan berbahasa Inggris saya. Saya menjadi pembelajar bahasa Inhgris yang terus-menerus diasah kemampuannya, baik sengaja maupun tidak.
Hasil dari semua itu saya menjadi semakin jarang membuka kamus untuk mencari padanan dalam bahasa Indonesia sebuah kata dalam bahasa Inggris. Tak bermaksud menyombongkan diri, tapi begitulah kenyataannya. Dengan begitu saya menjadi paham dengan konteks dalam bahasa Inggris secara langsung. Namun perlu diketahui pula bahwa metode tanpa buka kamus sama sekali memiliki kekurangan yang sangat besar dan kentara: tak bisa menjelaskan maksud dan isi sebuah teks berbahasa Inggris ke dalam bahasa lainnya meskipun sebenarnya memahaminya. Jadi, saran saya adalah jangan tinggalkan kamus: bukalah ketika menemukan kosa kata baru. Ini berlaku untuk belajar bahasa apapun. Tidak hanya berlaku untuk bahasa Inggris saja melainkan bahasa lain juga seperti bahasa Jerman yang sedang saya pelajari di Universitas. Oh iya, untuk sekadar tahu saja: saya masih mahasiswa Sastran Jerman di Universitas Padjadjaran.
Ada teman saya yang kuliah Jurusan Statistika yang hampir semua bahan perkuliahannya berbahasa Inggris. Dia mengakui bahwa kemampuan berbahasa inggrisnya kurang. Dengan begitu dia butuh seorang penerjemah. Dengan senang hati saya bantu semampu saya. Cukup sulit juga mengingat ada banyak sekali istilah dalam bidang statistika yang tidak saya kenal dan pahami. Meskipun sudah membuka kamus bahasa Inggris-Indonesia. Solusi yang paling tepat adalah berkonsultasi ulang dengannya sebagai pemberi tugas penerjemahan. Jadilah saya sebagai seorang penerjemah lepas dan bebas biaya. Tak mengapa, hitung-hitung sebagai latihan dasar menerjemahkan.
Lalu bagaimana dengan kemampuan berbahasa Jerman saya?
Saya tentu saja masih mempelajarinya sebagai yang utama. Ya, itu tadi dengan media-media yang tersedia kemampuan saya diasah. Bukan masalah untuk belajar dua bahasa asing dalam satu waktu. Justru menurut saya hal tersebut sangat bagus sekali tentu jika dibarengi dengan keinginan kuat dan bukan merupakan paksaaan dari supaya belajar bahasa asing tersebut.
Kamis, 04 April 2013
Penerjemah Gratis
Rabu, 03 April 2013
Kosa Kata Bahasa Indonesia: "Capai"
Cermati dua pengertian kata "capai" berikut:
1ca·pai v, men·ca·pai v 1 hendak memegang (dng mengulurkan tangan, belalai, dsb): anak kecil itu mengulurkan tangan hendak ~ stoples di atas meja; ibarat si cebol hendak ~ bulan; 2 sampai (ke): pd keesokan harinya barulah mereka ~ Yogya; beliau hampir ~ usia seratus tahun; 3 menyampaikan (maksud, tujuan, cita-cita, dsb): untuk ~ tujuan itu kita harus bersatu dan berani berkorban; 4 memperoleh (mendapat) sesuatu dng usaha: ia ~ hasil yg memuaskan;
ter·ca·pai v dapat dicapai (dijangkau, diperoleh); terlaksana; terjangkau;
ca·pai·an n hasil perbuatan mencapai: ia dinilai sangat mengagumkan pertumbuhan usahanya ditambah lagi ~ teknologinya yg andal;
pen·ca·pai n sesuatu (benda, sarana) yg dapat dipergunakan untuk mencapai (memperoleh) sesuatu;
pen·ca·pai·an n proses, cara, perbuatan mencapai;
se·pen·ca·pai v sejauh tangan mencapai; sejangkau
2ca·pai a lelah; letih;
ke·ca·pai·an a 1 merasa sangat capai (lelah, letih); kelelahan; keletihan: mereka menggeletak ~ krn terlalu lama berjalan; 2 perasaan sangat capai
Sent from KBBI for Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=yuku.kbbiandroid
Bentukan Istilah dalam Bahasa Indonesia: Perbandingan
Lebih sedikit: menginginkan atau mendapatkan sedikit kelebihan tambahan dari yang seharusnya
Lebih banyak: menginginkan atau mendapatkan banyak kelebihan tambahan dari yang seharusnya
Sedikit lebih banyak: menginginkan atau mendapatkan sedikit lagi tambahan setelah diberikan tambahan sebelumnya
Lebih banyak sedikit: menginginkan atau mendapatkan banyak lagi tambahan setelah diberikan tambahan sebelumnya
Kurang dari: bernilai di bawah benda lain yang sedang diperbandingkan
Lebih dari: bernilai di atas benda lain yang sedang diperbandingkan
Selasa, 02 April 2013
Tidak Lucu Sama Sekali!
Saya kos di di daerah Cisaladah, Hegarmanah Jatinangor, sekamar berdua dengan teman SMA dulu. Sudah hampir dua tahun saya hidup di kosan ini. Lokasinya yang dekat dengan kampus, sekitar sepuluh sampai lima belas menit jalan kaki melewati Balé Padjadjaran sampai ke kampus FIB Unpad, yang membuat saya betah berdomisili di sini.
Tapi, beberapa bulan belakangan terjadi beberapa masalah yang sangay mengganggu ketenangan hodup saya sebagai seorang perantau di Jatinangor berhubungan dengan kuliah (which is that scholarship) dan fasilitas yang tersedia di kosan. Pertama masalah beasiswa yang macet menyebabkan keterlambatan pembayaran biaya pokok pangkal kos dan biaya pembayaran listrik per bulan. Kedua masalah penerangan kamar mandi. Lampunya mati dan siapa yang mau mengganti? :'( Tidak ada! Saya dan teman sekamar saya jelas karena macetnya uang beasiswa. Tetangga-tetangga sekosan? Mereka juga tak peduli. Lalu pemilik pondokan pun sama sekali acuh terhadap hal ini. Buat bingung! Sangat bingung.
Oke, masalah keuangan bisa teratasi dengan sokongan dana dari orang tua. Meskipun saya tak pernah meminta tetapi mereka tak segan memberikan uang saku meskipun tak seberapa. Tapi saya tahu diri: jangan terus-terusan tergantung terhadap orang tua. Jadilah mandiri!
Masalah penerangan kamar mandi tak terlalu pelik sebeanrnya. Lampu hanya digunakan sewaktu-waktu yaitu malam hari saja. Tak harus terlalu dipusingkan. Tapi tetap saja, saya jadi takut ketika ada keperluan malam hari. Harus tahan sampai pagi!
:p
Nah, ini dia masalah yang paling pelik dan membuat semua hal kacau: saya terkunci dari dalam. Alhasil tak bisa masuk ke kamar! What the ... jangan diteruskan kalimatnya! Tapi apalah daya, apa hendak dikata? Inilah yang terjadi saat ini detik ini. What the ... lagi-lagi angan diteruskan kalimat ini!
Ceritanya begini: Lubang kunci kamar lepas dalam artian rusak, jadi tentu saja si pintu tak bisa dikunci dari luar. Sang Ibu Kos tahu hal ini dan tak ada tindak lanjut apa-apa. Dia hanya bilang: "Ini kalau diganti biayanya Rp50.000,-." (What the ... jangan diteruskan kalimatnya!) Terus teman saya punya "ide cemerlang" katanya. Jadi pintu diselot dari dalam dan selot jendela dibiarkan sehingga cara membuka pintunya asalah dengan mencongkel jendela dengan apa saja sampai terbuka dan kemudian buka selot pintu di dalam! Hebat kan? #Yeah
Ide tersebut berhasil dijalankan selama seminggu. Dan tadi pagi sebuah kesalahan besar terjadi: selot jendela terkunci! Siapa yang melakukannya? Yang jelas sayalah yang keluar belakangan dari kamar. Dan secara tak sengaja ketika menutup jendela selotnya pun ikut turun lalu mengunci jendelanya. Pada saat saya berlenggang saya tidak tahu bahwa hal tersebut terjadi.
Oh my God ...
Kemudian siangnya tiba-tiba teman sekamar saya sms. Dia beri tahu saya bahwa jendela kamar terkunci.
Kagetlah saya! Kasihan teman saya yang satu itu: dia tak bisa mengumpulkan tugasnya yang tertinggal di dalam kamar. Beberapa jam kemudian saya juga pulang dan memgadukan masalah ini ke Bapak kos. Akhirnya jendela pun harus dibongkar supaya bisa membuka pintu.
Keterangan gambar: Pintu dan jendela kamar saya yang terkunci.
Hikmah dari kejadian ini:
Jangan abaikan kerikil kecil karena bukan batu besar yang membuat kita tersandung dan lakukanlah pekerjaan anda hari ini jangan tunggu besok untuk menyelesaikannya. Jangan biarkan masalah kecil dengan mengabaikannya sebelum akhirnya masalah teraebut menjadi sangat besar dan kerugian kita akan berlipat-lipat ganda.
Senin, 01 April 2013
Gila (Obsesi)
Wajahmu rupamu
aku gila karena itu
Dagingmu jantungmu
kuinginkan dalam diriku
Darahmu
alirkan dalam nadiku
Kamu mempesonaku, sangat
Dirimu membangkitkan seleraku
Auramu menyihirku, sungguh
Hatiku terjerat dan tertawan
Kau sungguh menawan
Alam bawah sadarku mengingat kau
Alam mimpiku terbayang oleh dikau
Alam nyataku tak lengkap tanpa engkau
Matamu berkilau bak berlian
Si punuk itu aku selalu dalam penantian
Sosok dikau di kejauhan
Ku ingin raihmu tanpa halauan
Oh, sungguh obsesi ini menjeratku
Layaknya nerakalah tujuanku
Bukan, aku mau surga
Selamanya bersamamu walau berjelaga
Minggu, 24 Maret 2013
(21. März 2013) Himmel über Uns
Da oben unsere Sonne hoch und heiß
nicht Morgen nun, nein
hier unten da hier ich
Motorädder, Wagen dabei hier auch dort
Rauch so laut auch, unten bis oben
Wer möchte etwas sagen?
Ich finde, dass die Luft dreckig ist.
Ach, sag mal hier ist nicht gesund!
Dann ich wurde krank sein
Und so unruhige hier ist!
Wo sind die Wolken?
Woher gehen sie?
Die, die weißhell und manchmal schwarzgrüsselig
der blauige Himmel da über alles
Ich vermiss der Wolken
oder Regen wurde als das beste Geschickt sein
Abdul Toyib Sodikin
Naturalismusgedicht parallel zu Arno Holz's "Rote Döcher"
Jumat, 22 Maret 2013
Ratschlag
Gott, wem ich oft vergiss
Geld, was ich immer vermiss
Gold, wohin meine Augen sehen
Ganze als ein Teil meines Leben
Welt von Gott sickt, wie groß
Sonne über uns steht, wie heiß
Fest wo Adels feiert, was chaos
Krone von einem Baum, was leicht
Strasse, hier und her ich laufe
Markte, Obst und Gemüse kaufe
Alles dreckig
Manchmal grüsselig
Gott, wem ich oft vergiss
Ich weiß, nur Sie sind abstraktisch
Geld, was ich immer vermiss
Ich kann nicht leben, ohne dich
Gold, wohin meine Augen sehen
Ich denke, zu schwer sie findeno
Ganze als ein Teil meines Leben
Ganze ist alles ich, nochmal denken müssen
Jumat, 15 Maret 2013
Draußen
Einmal sah ihn,
"Oh, er ist hübsch.
Ich mag ihn!"
Zweimal, dreimal sehen
"Ich liebe ihn!"
Dann kommt doch er keinmal.
Dan sagmal "Ich vermisse ihn!"
Und sie verzweifelt.
Selasa, 26 Februari 2013
A Brief Message that Do-Not-Need a Reply
It should be forbidden to me messaging you. Thought I am confused to what was happened before. Are you okay? It should not be a reply to this message.
If we meet again or if I see you again, please do not make our face-to-face scene like a lion take a mousedeer by its nails.
Let's see my list: The only one thing I want to do with you is going to the cinema and watching some fancy movies.
I see that what you have showed was not egaliterian emotion. It was lust, what you have touched my skin.
Kamis, 21 Februari 2013
Prank | Possen | Jahil | Heureuy; Twitter
a
#Prank #English
Q: Hello, what is your name?
A: Hi, my name is Tweeps.
#Possen #Deutsch
F: Halo, wie heißt du?
A: Hai, Ich heiße Tweeps.
#Jahil #Indonesia
T: Hai, siapa namamu?
J: Hai, nama saya Tweeps.
#Heureuy #Sunda
N: Sampurasun, wasta anjeun?
W: Rampés, simabdi Tweeps.
b
#Prank #English
Q: Where do you come from?
A: I come from Tweeterland.
#Possen #Deutsch
F: Woher kommst du?
A: Ich komme aus Tweeterland.
#Jahil #BahasaIndonesia
T: Kamu dari mana?
J: Dari Negara Twitter
#Heureuy #BasaSunda
N: Anjeun ti mana?
W: Ti Nagara Twitter
c
#Prank #English
Q: Where do you live?
A: I live in Timeline.
#Possen #Deutsch
F: Wo wohnst du?
A: Ich wohne in der Zeitslinie.
#Jahil #BahasaIndonesia
T: Tinggal di mana?
J: Tinggal di Lini Masa.
#Heueruy #BasaSunda
N: Cicing di mana?
W: Di Garis Waktos.
d
#Prank #English
Q: And what are you doing now?
A: I am tweeting.
#Possen #Deutsch
F: Und was machst du jetzt?
A: Ich tweete eigentlich.
#Jahil #BahasaIndonesia
T: Sedang apa sekarang?
J: Tweeteran.
#Heureuy #BasaSunda
N: Ayeuna keur naon?
W: Tweeteran.
Notes | Notice | Catatan | Catétatan
#English Q = Question; A = Answer
#Deutsch F = Frage; A = Antwort
#BahasaIndonesia T = Tanya; J = Jawab
#BasaSunda N = Naros; W = Waler