Tampilkan postingan dengan label Kenalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kenalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 November 2013

#Tips: Mengobrol dengan Kenalan Baru

Tips Ngobrol dengan Kenalan Baru
Intisari-Online.com - Berkenalan dengan orang asing di sebuah pertemuan penting terkait pekerjaan itu ternyata tidak gampang. Salah strategi, justru bisa runyam akibatnya. Salah satu jurus berkenalan secara aman dan menyenangkan yaitu melalui obrolan.
Pembicaraan akan tetap menarik, apabila dilakukan dua arah. Jadi, tidak hanya membicarakan diri sendiri atau mendominasi. Berikut beberapa cara tepat dalam mengembangkan percakapan dengan orang yang baru dikenal.
1. Kontrol bahasa tubuh dan bahasa wajah Anda
Selama berbicara, tetaplah menjaga kontak wajah, tapi jangan terkesan "menguasai". Gerakan ekspresif boleh saja, tapi jangan eksesif (berlebihan).
2. Tidak menggosip
Begitu Anda memulai, siapa tahu dia kenal baik dengan si objek gosip. Anda juga akan terlihat kecil, tapi berbobot.
3. Kembangkan topik pembicaraan
Dari berbagai isu yang ada di koran maupun majalah, Anda akan mendapat bahan pembicaraan yang variatif.
Topik yang Anda ketahui persis bisa dibicarakan lebih mendalam. Ingat, ini bukan diskusi. Hindari perbantahan atau adu argumen.
4. Miliki rasa humor
Setiap orang senang lelucon atau anekdot. Tapi hati-hati, walaupun humor tentang seksual dan etnis mungkin bisa meledakkan tawa dan senyum geli, lelucon yang Anda lemparkan mencerminkan citra keseluruhan diri Anda. Jangan rendahkan martabat Anda dengan lelucon murahan.
5. Tidak menginterupsi
Dari survei tentang hal apa yang melukai percakapan, maka 90% responden mengaku tak suka diinterupsi. Jika ingin menjadi teman bicara yang menyenangkan, beri kesempatan ia menyelesaikan apa yang ingin disampaikannya. Tahanlah keinginan Anda menyela.
6. Tunjukkan antusiasme
Jangan ragu-ragu mengekspresikan antusiasme, karena hal itu akan menunjukkan betapa Anda tertarik terhadap topik yang dia bicarakan. Gunakan perasaan saat bicara dan mendengarkan.
7. Luweskan sudut pandang
Bukalah diri terhadap pandangan orang lain. Anda boleh mengungkapkan pandangan Anda, tapi tanpa kesan bermusuhan, menyerang, ataupun membela diri. © 2013

Sumber: Tips Mengobrol dengan Kenalan Baru

Minggu, 07 April 2013

Andai Semua Orang Memakai Tanda Pengenal

A.T.Sodikin J.Frost (@SodikinGross) tweeted at 5:15 AM on Sun, Apr 07, 2013: Poho, saha ngaran manéhna téh ... (https://twitter.com/SodikinGross/status/320661171084603393)

Status saya di twitter tersebut berbahasa Sunda yang dalam bahasa Indonesia artinya "Saya lupa siapa namanya ...."

Menjadi lupa, seorang pelupa atau pikun, semoga bukanlah salah satu dari sifat saya. Meskipun sebenarnya saya sangat sering sibuk dan ribut ketika akan bepergian. Ribut karena saya lupa di mana menaruh kunci kamar atau di mana dompet ditaruh. Parah sekali, bahkan karena hal tersebut terjadi lumayan sering. Sempat sampai harus bolak-balik ke sana dan ke mari gara-gara saya lupa. Haduh! Ya Allah tolong ....
Dan, tak heran juga jika sering saya bertemu dengan seseorang. Saya kenal dia. Saya kenal wajah orang itu. Dan kenalan saya itu masih mengenali saya. Dia masih ingat nama saya. Tahu apa yang terjadi? Akibat saya lupa, saya hanya bilang "hai, apa kabar? Baik?" Percakapan itu berlangsung singkat. It's a wonder karena saya sama sekali lupa siapa nama orang yang saya temui dan say hi tersebut. Gusti nu Agung! Si orang yang berpapasan dengan saya tadi jelas-jelas masih ingat nama saya: dia tadi menyebut nama saya ...
Seringkali saya berpikir: "Parah banget, cepet amat lupa nama kenalan ... :'(" Bagaimana caranya supaya saya bisa ingat nama semu orang yang telah berkenalan denga saya? Masa iya, semua orang harus memakai name tag. Apa perlu semua orang menggunakan papan nama? Pasti itu bukanlah solusi yang tepat. Masalah ada dalam diri saya yang pelupa ini. Bagaimana? Apakah saya harus mengahapalkan semua nama?
Solusinya sih cukup sederhana: Saya hanya perlu sebut nama kenalan pada saat mengobrol dengannya. Penting sekali untuk terus menyebutkan nama lawan bicara di saat-saat pertama berkenalan supaya ingat terus. Dan harusnya saya tak ragu dan sungkan untuk menanyakan kembali nama sang lawan bicara.