Kurindu saat bersamamu. Dalam kegelapan dekapan kekhawatiran berselimutkan hawa dingin. Rangkulan kasarmu dan sentuhan acakmu.
Malam ini kusendiri. Dan bayangmu lewat di benakku. Kuingin kau menyentuhku. Kuingin kau dalam dekapanku. Bayangmu saja tak cukup.
Dinginnya kamarku ini sedingin hatimu saat ini dan sebeku hatiku ketika itu. Dinginnya semilir di punggung tanganku butuh hangatmu membuatku tersadar: aku membutuhkanmu.
Sabtu, 04 Januari 2014
#Puisi: Angin Malam
Jumat, 20 September 2013
#Puisi: Tertutup Untukmu
Kau ketuk pintuku
Kau ketuk sekali lagi
Tapi kutak bukakan pintuku
Tapi kutak izinkan kau masuk
Tak kubiarkan kau datang
Tak ingin kuterganggu olehmu
Dan kau ketuk pintuku sekali lagi
Aku masih tak bergeming
Padamu kutak ingin lagi berpaling
Pergilah dari pintuku
Pintaku sekali dan lagi
Pergilah dari pintuku
Pergilah jauh kupinta padamu
Ternyata kauteguh pendirianmu
Kau tak mau pergi atas pintaku
Kupinta lagi sekali agar kau
Menjauh darinya, pintuku
Ayo pergi, kutak ingin kau!
Minggu, 15 September 2013
#Puisi Tentangmu: Angin dan Kerikil
Tentangmu,
Aku kira kamu badai
ternyata kamu hanya angin
bertiup sepoi-sepoi
dan berbisik
menggelitik
Kamu memang tak merusak
tapi tetap berbahaya
bisa membuatku masuk angin
dan kemudian jatuh sakit
kamu tetap berbahaya
Dirimu mengalir
tidak seperti air
dirimu tak selalu ke bawah
kau bisa merasuk
dari kaki ke kepala
Kau buat kepalaku sakit
Kau membuatku kedinginan
menggigil dan ketakutan
kau buat diriku tak sadar
aku pingsan dan ketakutan
aku kedinginan dan tak sadar
Tapi sungguh
aku gembira saat kau berlalu
saat kau pergi begitu saja
aku merasakan senang
Kau memang bukan badai
melainkan angin biasa
bertiup sepoi-sepoi
meninggalkan rasa gundah gulana
lalu kau pergi
dan aku merasa kembali baik-baik saja
setelah kau berlalu
Tentangmu,
Kau bisa ada di mana saja
mudah ditemukan dan ditemui
kau bisa saja terinjak
olehku yang tak hati-hati
membuat jalanku oleng dan labil
Kau bisa saja buatku luka
berdarah dan perih
meski hanya goresan kecil
Kau bisa ada di mana saja
tidak seperti sang batu besar
yang segera kasat mata
terlihat jelas di mataku
mudah kuhindari
dan takkan kutabrak kau
bila saja kau adalah batu yang maha besar
Namun,
sayangnya kau adalah kerikil
tak segera terlihat olehku
yang tak awas ini
kauterinjak olehku
dan buatku luka atau jatuh terjerembab
Kau buatku tergores dan berdarah
hanya karena kau adalah kerikil
Aku senang
karena kau kecil dan mudah dilewati
tak seperti sang batu yang besar
yang mampu halangi jalanku
dan membuatku harus memutar
mencari jalan lain
Kau hanya kerikil kecil
yang mudah dilewati
Minggu, 08 September 2013
#Puisi Monolog Antara Kamu dan Aku
Tak ada lagi cerita kamu dan aku. Takkan ada kunjungan dariku. Tak ada lagi pesan singkat untukmu. Tiada lagi tentangku dan kamu.
Tak ada lagi tiket bioskop yang dibeli untuk berdua. Tak ada lagi kamu yang kutunggu di tangga. Tak ada lagi obrolan antara kita.
Tak akan lagi kunaiki bus itu. Yang mengantarkanku ke tempatmu. Tak akan lagi ada malam sepi sementara kamu disiku.
Kini kusendiri sepi seperti seharusnya. Tiada kamu kuharap lebih baik seperti sebelumnya. Kini kunikmati setiap detik tanpa tepi.