Tampilkan postingan dengan label Idul Fitri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Idul Fitri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Agustus 2013

Apa Yang Harus Diucapkan Kala Ramadhan Berakhir?

Redaksi www.eramuslim.com – Rabu, 30 Ramadhan 1434 H | 7 Agustus 2013 16:12 WIB
Seringkali umat Islam di Indonesia kala lebaran tiba dan telah berpuasa dalam sebulan penuh di bulan Ramadhan, mengucapkan:
"Taqaballahu Minaa wa Minkum Syiyamana wa shiyamakum Minal a’idin wal faidzin Mohon maaf lahir dan batin" tanpa mengetahui makna yang terkandung didalamnya, bahkan seringkali di antara mereka ucapan ucapan tersebut dikaitkan dengan saling mengucapkan maaf antara mereka, walaupun tidak salah untuk saling memaafkan, tetapi tidaklah harus hanya di akhir Ramadhan dilakukannya, meminta maaf dapat setiap saat dilakukan.
Adapun ucapan "Taqaballahu Minaa wa
minkum  Shiyamana wa shiyamakum" berarti semoga Allah mengabulkan (amalan) dari kami dan anda, puasa kami dan puasa anda.
Sedangkan lafadz minal a’idin wal faidzin sebenarnya adalah doa yang belum lengkap, artinya janggal bila hanya itu yang diucapkan , kalimat itu berarti: termasuk orang yang kembali dan menang.
Doa itu seharusnya ada kalimat tambahan di depannya, walau masyarakat kita kurang mengenal kalimat tambahan itu. Adapun doa lengkapnya Ja’alanallahu minal a’idin wal faidzin, yang memiliki arti: semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang kembali dan orang yang menang.
Dan uniknya lagi buat masyarakat Indonesia , sering kali terjadi salah pemahaman, dikiranya kalimat itu merupakan ungkapan mohon maaf lahir dan batin.
Padahal tidak sama sekali, itu adalah doa dan tidak ada kaitannya dengan saling memaafkan.
Lafadz taqabbalallahu minna wa minkum merupakan lafadz doa yang intinya kita saling berdoa agar semua amal kita diterima Allah SWT. Lafadz doa ini adalah lafadz yang diajarkan oleh Rasulullah SAW ketika kita selesai melewati Ramadhan.
Jadi yang diajarkan dalam Islam setelah Ramadhan berakhir sebenarnya bukan bermaaf-maafan seperti yang selama ini dilakukan oleh kebanyakan bangsa Indonesia. Tetapi yang lebih ditekankan adalah tahni’ah yaitu ucapan selamat serta doa agar amal dikabulkan.
Meski tidak diajarkan atau diperintahkan secara khusus, namun bermaaf-maafan dan silaturrahim di hari Idul Fithri juga tidak terlarang, boleh-boleh saja dan merupakan ‘urf (kebiasaan) yang baik.
Di luar Indonesia, belum tentu ada budaya seperti ini, di mana semua orang sibuk untuk saling mendatangi sekedar bisa berziarah dan silaturrahim, lalu masing-masing saling meminta maaf. Sungguh sebuah tradisi yang baik dan sejalan dengan syariah Islam.
Meski terkadang ada juga bentuk-bentuk yang kurang sejalan dengan Islam, misalnya membakar petasan di lingkungan pemukiman. Tentunya sangat mengganggu dan beresiko musibah kebakaran.
Termasuk juga yang tidak sejalan dengan tuntunan agama adalah bertakbir keliling kota naik truk sambil mengganggu ketertiban berlalu-lintas, apalagi sambil melempar mercon, campur baur laki dan perempuan dan tidak mengindahkan adab dan etika Islam.
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Makna "Minal Aidin" dan Ucapan yang Tepat untuk Salam Lebaran

Ketahuilah..
Arti Minal 'Aidin Wal Faizin bukanlah "Mohon Maaf Lahir dan Batin"
Terjemahan frase ini adalah: Dari orang yang kembali dan orang-orang yang menang. Frase yang tidak termasuk do'a dan ungkapan permohonan maaf.
Dalam keseharian orang orang Arab, salam yang mereka ucapkan dihari raya adalah "Kullu aam wa antum bikhair" (Semoga kebaikan menyertaimu sepanjang tahun) atau sering juga terdengar kalimat "Taqabbalallahu minna waminkum"
Kalimat "Taqabbalallahu minna wa minkum" merupakan kalimat terbaik yang dicontohkan oleh Sahabat Rasulullah Saw. Kemudian ucapan ini ditambahkan oleh para sahabat dengan kata-kata: "Shiyamana wa Shiyamakum" yang artinya, "Puasaku dan puasamu".
Sehingga kalimat lengkapnya menjadi:"Taqabbalallahuminna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum"
Jadi, mulai sekarang mari kita biasakan mengganti ucapan "Minal 'Aidin Wal Faizin" dengan ucapan "Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum".
Referensi Hadis:
Jubair bin Nufair berkata: “Para sahabat Nabi Saw bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya:Taqabbalallahu minnaa wa minka (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)”. (Al-Hafidh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari [2/446] j
Juga dalam 'Al Mahamiliyat' dengan Isnad yang Hasan) Muhammad bin Ziyad berkata: “Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi Saw, mereka bila kembali dari shalat Ied berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain: "Taqabbalallahu minnaa wa minka” (Ibnu Qudamah dalam “Al-Mughni” (2/259)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10200600412116311&id=1339719010&_mn_=9&_rdr#10200601822671574