Jumat, 20 September 2013

#Puisi: Tertutup Untukmu

Kau ketuk pintuku
Kau ketuk sekali lagi
Tapi kutak bukakan pintuku
Tapi kutak izinkan kau masuk
Tak kubiarkan kau datang
Tak ingin kuterganggu olehmu
Dan kau ketuk pintuku sekali lagi

Aku masih tak bergeming
Padamu kutak ingin lagi berpaling
Pergilah dari pintuku
Pintaku sekali dan lagi
Pergilah dari pintuku
Pergilah jauh kupinta padamu

Ternyata kauteguh pendirianmu
Kau tak mau pergi atas pintaku
Kupinta lagi sekali agar kau
Menjauh darinya, pintuku
Ayo pergi, kutak ingin kau!

Rabu, 18 September 2013

#Dialog Tentang Teh, Makan Malam, dan Tidur

Kukatakan bahwa ada sesosok anak kecil yang terperangkap dalam tubuh dewasaku ini. Dia tersiksa dan ingin bermain di luar dengan anak lain. Salahkah jika aku hendak minum segelas kopi selarut ini? Sementara air telah dipanaskan dan gelas kosong siap menampung serbuk-serbuk kopi ... Baiklah gantikan saja kopi dengan the tanpa gula tanpa pemanis apapun. Simpan sang kopi dalam bungkusnya. Tambahkan air dingin ke dalam the. "Seduh lagi tehnya dalam gelas yang lain. Yang lebih besar!" Baiklah, kulakukan pinta itu. Karena air panas masih bersisa dan itu cukup. Sudah makan nasi dan semur telur jangan coba-coba memasak mie instan juga. "Kau nanti akan terlalu kenyang dan bangun kesiangan!" Teriaknya. "Habiskan tehmu cepat dan naiklah ke tempat tidur!" "Ok baiklah." Aku patuh saja. Malam semakin larut dan besok pagi aku harus belajar kan? Tak ada teman tidur. Sangat sepi sekali. Karena alasan inilah aku tak bisa segera tidur. Aku butuh teman untuk pastikan aku masih hidup. Seharusnya handphone dimatikan sejak sejam yang lalu dan oh! Seharusnya aku berbaring dan tidur dua jam kemudian. Aku baru saja makan malam~

Selasa, 17 September 2013

#Monolog: Kutelah Lama Mati

Aku hanya ingat mati, memikirkannya seolah-olah aku memang telah mati. Aku merasa seolah-olah tak ada di dunia ini lagi dan aku mati. Aku yakin, kutelah lama mati.
Kuyakin kutelah lama mati. Berpisah dari kalian semua. Telah lama kurasa begitu sehingga yang kulakukan tidak seperti orang hidup atau seperti siapapun yang masih berharap hidup lebih panjang.

#Lirik Cinta Kan Membawamu (Dewa)

Tiba saat mengerti
Jerit suara hati
Yang letih meski mencoba
Melabuhkan rasa yang ada
Mohon tinggal sejenak
Lupakanlah waktu
Temani air mataku, Teteskan lara
Merajut asa, Menjalin mimpi
Endapkan sepi - sepi
Reff :
Cinta'kan membawamu...
Kembali disini, Menuai rindu
Membasuh perih
Bawa serta dirimu...
Dirimu yang dulu
Mencintaiku apa adanya...
Saat dusta mengalir
Jujurkanlah hati
Genangkan bathin jiwamu
Genangkan cinta
Seperti dulu Saat bersama
Tak ada keraguan...
Back to Reff :

Senin, 16 September 2013

#Puisi Lupakan Saja Aku

Maafkan aku jika
aku pernah berbuat salah padamu
aku sering berkata kasar padamu
aku selalu menyusahkanmu

Apabila
aku selalu menyusahkanmu
aku sering menyakitimu
aku pernah membencimu

Maafkanlah
kali ini saja
tuk terakhir kalinya
sebelum aku pergi
tuk selamanya
dan takkan kembali lagi

Jika tidak, maka
lupakanlah aku
lupakanlah bahwa aku pernah
ada di sampingmu
menjadi temanmu
bersamamu

Lupakanlah segala
kesalahanku khilafku
ucapanku keluhanku kesedihanku
senyumku marahku dan kepercayaanku

Kumohon lupakanlah aku
Anggap saja kita
tak pernah bertemu
saling berkenalan
atau berlari bersama
Lupakanlah aku

#Islam Shalawat Badriyah

Astaghfirullah Rabbal baraya, Astaghfirullah minal Khathaya
(Aku mohon ampun kepada Tuhannya manusia.
Aku mohon ampun kepada Allah dari segala kesalahan)
Rabbi zidni 'ilman nafi'an wawafiq li 'amalan maqbulan
(Tuhan, tambahkan aku ilmu yang bermanfaat
dan terimalah amal yang maqbul bagiku)
Wawahab li rizqon halalan watub 'alaina taubatan nasuha
(Berilah aku rizki yang halal
dan terimalah taubat nasuhaku)

Minggu, 15 September 2013

#Islam Yang Terpenting Ini Adalah Sunnah

Kumpulan Hadist dan Al-Qur'an
BEBERAPA SUNNAH ROSUL DAN KESEHATAN:
Ustad Yusuf Mansyur
Yang penting ini adalah SUNNAH.
1. BAB duduk, beresiko tinggi terkena wasir/ambeien. BAB jongkok lebih bersih dan menyehatkan. ---> dan yang terpenting itu adalah SUNNAH.
2. Kencing berdiri resiko prostat dan batu ginjal. Kencing jongkok lebih bersih dan menyehatkan. ---> yang terpenting
itu adalah SUNNAH.
3. Enzim di tangan membantu makanan lebih mudah dicerna. Bilamana dibanding dengan besi, kayu, atau plastik, makan dengan tangan lebih bersih, fitrah dan menyehatkan. ---> yang terpenting itu adalah SUNNAH.
4. Makan dan minum berdiri mengganggu perncernaan. Dengan duduk lebih santun dan menyehatkan. ---> yang terpenting itu adalah SUNNAH.
5. Makan di kursi, masih kurang menyehatkan. Dengan duduk dilantai, tubuh akan membagi perut menjadi 3 ruang: udara, makanan dan air. ---> yang terpenting itu adalah SUNNAH.
6. Makan buah setelah makan (cuci mulut) kurang bagus bagi lambung, karena ada reaksi asam. Yang sehat adalah makan buah sebelum makan, membantu melicinkan saluran pencernaan dan membuatnya lebih siap. ---> yang terpenting itu adalah SUNNAH.
7. Tengkurep & terlentang tidak bagus untuk kesehatan. Tidur menghadap kanan lebih menyehatkan. ---> yang terpenting itu adalah SUNNAH.
8. Banyak Rahasia Sunnah yg telah diteliti para pakar, dari segi hikmah, manfaat, dan kesehatan. Benarlah yg dikatakan: dibalik sunnah ada kejayaan. Bagi kita, jika misalnya belum tau manfaatnya, terus saja semangat mengikuti adab dan tuntunan Rasul. Manfaat itu efek samping, motivasi utamanya adalah mengikuti adab dan tuntunan Rasul.
9. Seorang dokter Eropa berkata: jika semua manusia amalkan 3 sunnah saja (sunnah makan, sunnah di Kamar Mandi, sunnah tidur), maka harusnya saya berhenti jadi dokter karena tidak ada pasien.
Mari kita semua amalkan, 24 jam hidup dengan sunnah.
Bahkan tidur lelap, setiap detiknya akan dianggap dzikir jika sesuai dengan sunnah. "Barang siapa menghidup-hidupkan sunnahku, dia cinta kepadaku. Barang siapa cinta kepadaku, bersamaku di dalam surga"

#Puisi 15.09.2013

Aku takkan menghubungimu lagi. Takkan pernah. Aku akan melupakanmu selamanya. Melupakanmu. Aku takka mengingatmu lagi. Tak akan lagi. #Puisi

#Puisi Tentangmu: Angin dan Kerikil

Tentangmu,

Aku kira kamu badai
ternyata kamu hanya angin
bertiup sepoi-sepoi
dan berbisik
menggelitik
Kamu memang tak merusak
tapi tetap berbahaya
bisa membuatku masuk angin
dan kemudian jatuh sakit
kamu tetap berbahaya
Dirimu mengalir
tidak seperti air
dirimu tak selalu ke bawah
kau bisa merasuk
dari kaki ke kepala
Kau buat kepalaku sakit
Kau membuatku kedinginan
menggigil dan ketakutan
kau buat diriku tak sadar
aku pingsan dan ketakutan
aku kedinginan dan tak sadar
Tapi sungguh
aku gembira saat kau berlalu
saat kau pergi begitu saja
aku merasakan senang
Kau memang bukan badai
melainkan angin biasa
bertiup sepoi-sepoi
meninggalkan rasa gundah gulana
lalu kau pergi
dan aku merasa kembali baik-baik saja
setelah kau berlalu

Tentangmu,

Kau bisa ada di mana saja
mudah ditemukan dan ditemui
kau bisa saja terinjak
olehku yang tak hati-hati
membuat jalanku oleng dan labil
Kau bisa saja buatku luka
berdarah dan perih
meski hanya goresan kecil
Kau bisa ada di mana saja
tidak seperti sang batu besar
yang segera kasat mata
terlihat jelas di mataku
mudah kuhindari
dan takkan kutabrak kau
bila saja kau adalah batu yang maha besar
Namun,
sayangnya kau adalah kerikil
tak segera terlihat olehku
yang tak awas ini
kauterinjak olehku
dan buatku luka atau jatuh terjerembab
Kau buatku tergores dan berdarah
hanya karena kau adalah kerikil
Aku senang
karena kau kecil dan mudah dilewati
tak seperti sang batu yang besar
yang mampu halangi jalanku
dan membuatku harus memutar
mencari jalan lain
Kau hanya kerikil kecil
yang mudah dilewati

#Esai Media Sosial sebagai Karya Sastra

Apa yang ditulis di sini [sosmed] harus dipahami seperti memahami sebuah karya sastra [cerpen, puisi, monolog], "aku" bukanlah si penulis.

Mengapa harus dipandang demikian?
Saya menulis status ini dan itu sebagai cara saya menghidupkan salah satu atau beberapa "alter ego" yang saya miliki. Karena ketika menuliskannya ada beberapa hal yang dipoles, diperindah: terutama redaksi kalimatnya.